Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Desember 2021, 16.27 WIB

Singapura Sebut Covid-19 Omicron Musuh Tersembunyi, Ini 5 Faktanya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Singapura waspada terhadap varian baru Covid-19 Omicron. Meskin sudah menggenjot cakupan vaksin di atas 80 persen, Singapura tetap hati-hati terhadap varian yang dianggap sebagai musuh tersembunyi ini.

"Singapura telah membuat kemajuan yang baik dalam hidup dengan varian Delta Covid-19, tetapi varian baru Omicron, menjadi musuh yang tersembunyi," kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung seperti dilansir dari Straits Times, Rabu (1/12).

Berbicara pada konferensi pers oleh gugus tugas multi-kementerian Covid-19 di sini, Ong Ye Kung menyoroti lima fakta yang perlu diketahui tentang varian Omicron. Apa saja?

1. Akankah Omicron muncul sebagai varian dominan baru?

Singapura perlu mencari tahu apakah varian Omicron akan mendominasi varian lainnya, seperti yang dilakukan varian Delta sebelumnya. Ong mengatakan bahwa di Afrika Selatan, varian Delta telah berkurang dengan cukup sedikit kasus sebelum varian Omicron muncul.

"Tidak ada tempat di dunia ini yang kita perhatikan bentrokan antara dua varian," jelasnya.

2. Jangka waktu seperti apa yang kita lihat agar Omicron menjadi dominan?

Menarik referensi dari varian Delta, Ong mencatat bahwa Delta membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk menjadi varian dominan di seluruh dunia. Jadi jika Omicron sangat menular, mungkin lebih cepat dari tiga sampai empat bulan.

Namun, dia mencatat bahwa penyebaran varian juga dapat diperlambat karena negara-negara jauh lebih cepat dalam memperkenalkan langkah-langkah perbatasan baru. Sejauh ini, Inggris, negara-negara anggota Uni Eropa, Jepang, Australia, Israel dan negara-negara Asia Tenggara termasuk Singapura semuanya telah mengambil tindakan cepat untuk menangguhkan masuknya pelancong dari negara-negara yang terkena dampak.

"Jadi, bahkan jika Omicron membangun dirinya sendiri dan menyebabkan epidemi besar di seluruh dunia, periode beberapa bulan ini memberi kita waktu yang berharga untuk memahami varian ini, mencari tahu lebih banyak tentangnya, dan menerapkan tindakan pencegahan yang tepat," kata dia.

3. Apakah antigen dan testing lainnya dapat mendeteksi Omicron?

Untuk membedakan antara infeksi Delta dan infeksi Omicron, otoritas kesehatan mengandalkan jenis tes reaksi berantai polimerase (PCR) tertentu yang mampu mendeteksi infeksi Covid-19 dari semua varian. Beberapa laboratorium telah mengindikasikan bahwa dalam satu tes PCR yang banyak digunakan, tes ini dapat digunakan sebagai penanda infeksi Omicron.

4. Seberapa menular varian Omicron dan apakah lebih berbahaya daripada Delta?

Karena ini adalah area yang masih belum diketahui, protokol kesehatan akan jauh lebih ketat dan sangat mirip dengan protokol awal yang diterapkan ketika Singapura pertama kali menghadapi Covid-19. Untuk satu hal, jika seseorang dicurigai terinfeksi Omicron, dia akan dirawat di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular.

“Jika dikonfirmasi, mereka akan dirawat di sana sampai kami yakin orang tersebut tidak menular, melalui pengujian ulang,” tambahnya.

Program pemulihan di rumah atau isoman bukanlah pilihan untuk grup ini. Fasilitas isolasi khusus juga akan siap jika pertimbangan. Pelacakan kontak penuh juga akan dilakukan.

5. Seberapa baik vaksin yang ada bekerja melawan varian Omicron?

"Ya, setelah divaksinasi, ada peluang bagus bahwa vaksin yang ada akan bekerja melawan Omicron," tambahnya.

Di Afrika Selatan, Ong mencatat bahwa di antara kasus Omicron dengan gejala parah, 65 persen tidak divaksinasi dan 35 persen sisanya divaksinasi sebagian. Meskipun ini adalah data awal yang sangat singkat, tapi menunjukkan bahwa vaksin masih bisa efektif.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore