
Photo
JawaPos.com - Pakar kesehatan Singapura membantah isu yang menyebutkan bahwa populasi khawatir vaksin Covid-19 bisa mengubah susunan DNA manusia. Singapura sejauh ini menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk vaksinasi Covid-19. Dan sejumlah masyarakat di sana menyebarkan isu bahwa vaksin yang menggunakan metode mRNA tersebut dapat mengubah DNA manusia.
"Vaksin Covid-19 yang diberikan di sini tidak akan mengubah susunan genetik seseorang dan dipastikan aman," kata panel ahli seperti dilansir dari Straits Times, Selasa (2/3).
Diskusi panel oleh Misi Sree Narayana itu menghadirkan seorang dokter residen dari Divisi Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura, dr. Alvin Tan. Dia menegaskan isu itu dianggap sebagai laporan yang tidak benar.
Baca juga: Hanya Satu Dosis, Penyimpanan Mudah, Manjur, Vaksin Ini Banjir Pesanan
"Orang-orang menyebarkan isu bahwa vaksin mRNA dapat mengubah DNA Anda. Ini tidak benar," kata dr. Tan merujuk pada vaksin yang disetujui Singapura oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna.
"Berdasarkan ilmu cara kerjanya, sebenarnya tidak ada modifikasi pada DNA Anda. Pada dasarnya, hanya tubuh Anda yang membangun respons imun," tambahnya.
Kedua vaksin bekerja dengan menyuntikkan fragmen materi genetik virus, dan melatih tubuh untuk mengenali bagian penting dari virus, sehingga membangun kekebalan. Ini dilakukan tanpa membuat pasien terkena virus.
Dia juga menyampaikan keprihatinan yang dikemukakan beberapa peserta tentang keamanan vaksin, mengingat seberapa cepat vaksin itu dikembangkan. Dia mengatakan ini karena vaksin dibangun di atas sains yang sudah dikerjakan. Dan sifat pandemi global, yang telah menginfeksi lebih dari 110 juta di seluruh dunia dan merenggut lebih dari dua juta nyawa, menyebabkan kolaborasi internasional yang cepat.
"Kecepatan pengembangan tidak mengganggu keamanan vaksin," tegasnya.
"Setiap vaksin yang telah disahkan untuk penggunaan pandemi di Singapura aman digunakan. Semua telah melalui semua persyaratan peraturan dan penyaringan," katanya.
Menepis kekhawatiran tentang positif palsu, dr.Tan menunjukkan bahwa vaksin tidak akan menyebabkan tes usap Covid-19 untuk menunjukkan bahwa seseorang mungkin terinfeksi penyakit tersebut. Dia mendorong orang untuk divaksinasi sehingga mereka dapat memainkan peran mereka dalam memerangi penyakit di Singapura.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/wLPzoH29R5g
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
