Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Maret 2021 | 10.03 WIB

Hanya Satu Dosis, Penyimpanan Mudah, Manjur, Vaksin Ini Banjir Pesanan

Ilustrasi vaksin - Image

Ilustrasi vaksin

JawaPos.com – Vaksin buatan Johnson & Johnson kian dilirik. Pada Sabtu (27/2), Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS telah mengizinkan penggunaan vaksin dengan nama Ad26.COV2.S tersebut untuk pemakaian darurat pencegahan Covid-19. Ia merupakan vaksin ketiga yang digunakan di Negeri Paman Sam setelah Pfizer dan Moderna.

Ad26.COV2.S menjadi pilihan menarik bagi negara-negara yang ingin menggenjot persentase vaksinasi penduduk. Sebab, ia hanya perlu disuntikkan dalam satu dosis. Vaksin lainnya membutuhkan dua suntikan dalam rentang waktu tertentu. Penyimpanan vaksinnya juga tergolong lebih mudah. Cukup di lemari es biasa. Vaksin itu tak perlu dibekukan di freezer.

Meski penanganannya tergolong mudah, efektivitas vaksin buatan perusahaan Janssen asal Belgia itu juga mumpuni. Yaitu, 66 persen efektif mencegah penyakit serius akibat Covid-19 dengan rentang 28 hari setelah divaksin. Pada uji coba di AS, hasilnya lebih tinggi. Yakni, 72 persen efektif mencegah efek Covid-19 yang sedang hingga berat dan 85,9 persen untuk kasus parah atau kritis. Tak ada satu pun relawan penerima vaksin yang meninggal selama uji klinis.

Baca juga: Ahli Penyakit Menular AS Prediksi Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Janssen setuju menyediakan 100 juta dosis hingga akhir Juni nanti. Dosis pertama tiba di AS dan bisa diakses publik setidaknya pekan depan. Presiden AS Joe Biden telah berjanji bahwa ada cukup vaksin untuk semua penduduk Amerika pada akhir Juli nanti. Dia juga pernah menyatakan, pada 100 hari pertamanya, bakal ada 100 juta penduduk yang sudah divaksin. Ad26.COV2.S diharapkan membantu merealisasikan janji tersebut. Saat ini sekitar 72,8 juta penduduk AS sudah divaksin. Per hari ada sekitar 1,3 juta dosis yang diberikan kepada warga di berbagai penjuru AS. ’’Kami berencana meluncurkan vaksin ini secepat yang bisa Johnson & Johnson lakukan,’’ tegas Biden seperti dikutip BBC.

Biden menegaskan, pertempuran melawan pandemi belum usai. Meski kini banyak penduduk yang telah divaksin, dia tetap meminta mereka selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Sejauh ini lebih dari 508 ribu orang penduduk AS meninggal karena tertular virus SARS-CoV-2 tersebut. Namun, beberapa pekan ini jumlah kematian dan kasus harian serta angka pasien yang harus dirawat di rumah sakit terus menurun. ’’Seperti yang saya katakan berkali-kali, situasi masih bisa memburuk karena adanya varian baru yang menyebar. Situasi yang membaik saat ini bisa berbalik, ’’ tuturnya.

Bahrain lebih dulu menggunakan Ad26.COV2.S. Inggris juga telah memesan 30 juta dosis. Uni Eropa (UE) memesan 200 juta dosis dan Kanada 38 juta dosis. Negara-negara yang tergabung dengan program Covax yang diprakarsai WHO telah memesan 500 juta dosis.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memberlakukan lockdown di Auckland selama tujuh hari mulai kemarin pagi (28/2). Penyebabnya adalah satu kasus Covid-19 terdeteksi di kota terbesar di Selandia Baru tersebut. Dua pekan lalu Auckland juga di-lockdown selama tiga hari. Dua juta penduduk kota harus bersabar setelah satu keluarga yang berjumlah tiga orang tertular virus varian baru dari Inggris.

Petugas kesehatan mengungkapkan, tak diketahui asal virus dari kasus baru tersebut. Belum diketahui pula bagaimana dia bisa terinfeksi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=3u6jXXVzp_w

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore