
BERSAHABAT: Xi Jinping (kiri) dan Putin pada 11 September 2018. Hari ini mereka bertemu lagi di Rusia. (AFP)
JawaPos.com – Rusia melakukan aksi pembalasan. Kemarin (20/3) Komite Investigasi Rusia menyatakan bahwa mereka membuka penyelidikan kasus pidana terhadap jaksa dan hakim Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). ICC sebelumnya mengeluarkan surat perintah penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin atas kejahatan perang berupa penculikan dan deportasi anak-anak Ukraina ke Rusia.
”Tidak ada dasar pertanggungjawaban pidana di pihak Putin dan kepala negara memiliki kekebalan mutlak dari yurisdiksi negara asing,” bunyi pernyataan komite yang bertanggung jawab untuk menyelidiki kejahatan berat di Rusia itu.
Mereka menambahkan, tindakan jaksa ICC adalah tanda kejahatan di bawah hukum Rusia. Yaitu dengan sengaja menuduh orang yang tidak bersalah melakukan kejahatan serta mempersiapkan serangan terhadap perwakilan negara asing yang mendapat perlindungan internasional guna memperumit hubungan internasional.
Tindakan Rusia itu merupakan sikap pembangkangan simbolis dalam menghadapi surat perintah penangkapan Putin oleh ICC. Tindakan ICC yang memerintahkan penangkapan Putin juga hanya simbolis. Sebab, Rusia tidak termasuk anggota ICC.
Sementara itu, pada hari yang sama, jaksa ICC meminta Rusia mengembalikan anak-anak Ukraina yang telah mereka culik. Pernyataan tersebut diungkapkan di konferensi para menteri kehakiman di Lancaster House, London, Inggris. Acara itu dihadiri perwakilan dari lebih 40 negara. ”Alih-alih memberi mereka paspor asing, kembalikan mereka ke negaranya (Ukraina, Red),” ujar jaksa ICC Karim Khan KC seperti dikutip The Independent.
Jaksa Agung Ukraina Andriy Kostin menegaskan, Rusia bertindak dengan rencana yang jelas untuk menghancurkan Ukraina dan identitas penduduknya. Kantor kejaksaan Ukraina saat ini tengah meluncurkan penyelidikan terhadap lebih dari 72 ribu insiden kejahatan perang.
Sementara itu, kemarin Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu dengan Putin di Moskow. Ini adalah kunjungan pertama Xi ke Rusia sejak invasi ke Ukraina digulirkan tahun lalu. Dalam pertemuan tersebut, Putin menegaskan bahwa Rusia terbuka untuk membahas proposal perdamaian yang diusung Tiongkok. ”Kami selalu terbuka untuk negosiasi,” ujar Putin kepada Xi. Dia menyatakan bakal menghormati inisiatif perdamaian Tiongkok.
Xi di pihak lain mengatakan bahwa kunjungannya memberikan momentum baru bagi hubungan Tiongkok-Rusia. Selama pertemuan pertamanya dengan Putin, Xi memuji hubungan dekat Tiongkok dan Rusia. Dia menyatakan bahwa kedua negara memiliki banyak tujuan dan tugas yang sama. Pembicaraan lebih jauh akan dilanjutkan hari ini (21/3).
Xi selama ini mengklaim sebagai pihak netral. Namun, kedekatan kedua negara tidak terelakkan. Selama dua bulan pertama tahun ini, Rusia telah mengalahkan Arab Saudi sebagai penyuplai utama minyak mentah ke Tiongkok.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
