
JADI INGAT LAGI: Amber Carr (tengah) mengusap air mata dari pipinya saat mendengar kesaksian tentang Atatiana Jefferson pada Senin (14/10). (IRWIN THOMPSON/THE DALLAS MORNING NEWS VIA AP)
JawaPos.com – Akhir pekan menjadi momentum istimewa bagi Atatiana Jefferson dan keponakannya. Mereka sepakat menghabiskan malam Sabtu bersama. Biasanya mereka bercengkerama di kamar Jefferson. Si keponakan senang karena diizinkan bermain Xbox sampai dini hari. Biasanya, mereka baru terlelap sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Namun, kebiasaan itu sirna pada Sabtu lalu (12/10). Pada dini hari itu, keponakan Jefferson yang berusia delapan tahun menjadi saksi pembunuhan. Menjelang tidur, perempuan 28 tahun tersebut mendengar suara di halaman rumahnya. Penasaran, dia pun lantas mengintip dari jendela kamarnya. Saat itulah dia mendengar teriakan sekaligus todongan senjata.
"Angkat tanganmu! Tunjukkan tanganmu!" ujar pria bersenjata yang belakangan diketahui bernama Aaron Dean dan merupakan seorang polisi. Belum sampai Jefferson menjawab, pistol sudah menyalak. Dor! Timah panas melesak ke tubuh Jefferson dan mencabut nyawanya.
Dean membunuh Jefferson tanpa alasan apa pun. Dalam berkas laporannya, polisi dari kesatuan Fort Worth, Negara Bagian Texas, meyatakan bahwa Jefferson membuatnya terancam.
"Aparat tidak mengatakan bahwa dia (Jefferson, Red) memegang senjata," terang S. Lee Merritt, kuasa hukum keluarga korban, kepada New York Times.
Insiden penembakan itu membuat muntap komunitas kulit hitam di Fort Worth. Mereka terganggu oleh video yang beredar luas di dunia maya dan memperlihatkan Jefferson dihabisi tanpa sempat membela diri. Ironisnya, alasan pembunuhan juga tidak jelas.
Belakangan polisi memang menemukan senjata di kamar Jefferson. Tetapi, Merritt menegaskan bahwa senjata itu legal. Jefferson memiliki surat izin atas kepemilikan senjata tersebut.
Jika komunitas kulit hitam Fort Worth mengecam keras Dean karena seenaknya mencabut nyawa orang lain, keluarga Jefferson sangat hancur. Terutama keponakan kesayangan Jefferson yang malam itu menyaksikan bibinya ditembak mati.
"Dia sedikit berubah. Tapi, kami yakin dia adalah anak yang kuat," ungkap Adarius Carr, kakak Jefferson, kepada CNN.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
