
Pengunjung mengamati karya saat pameran Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2022 di Teras Malioboro I, Jogjkarta, Kamis (15/9). Hendra Nurdiyansyah/Antara
Kereta peluru tercepat yang sedang diuji coba Jepang, Alfa-X. (JIJI PRESS/AFP/GettyImage)
Kabin masinis Kereta cepat Alfa-X. (Mainichi)
Untuk mengatasi kecepatan yang sangat tinggi, Alfa-X memiliki hidung aerodinamis yang mirip dengan hidung mamalia laut Lumba-lumba, hidung botol. Moncong dari kereta peluru cepat Alfa-X sendiri memiliki panjang sekitar 72 kaki atau setara dengan 22 meter. Bukan tanpa sebab kereta memiliki desain demikian. Secara teknis, moncong kereta Alfa-X dirancang untuk meminimalisir tekanan atau efek down force dan mengurangi tingkat kebisingan yang dihasilkan kereta, terutama saat melewati terowongan dengan kecepatan tinggi.
Faktor lain untuk membuat kereta ini memiliki kapabilitas kecepatan tinggi namun tetap aman bagi penumpang yakni adanya sistem yang canggih. Kabarnya kereta sudah dilengkapi dengan sistem berbasis Internet of Things (IoT) dan big data. Termasuk rem udara yang dipasang di atap dan pelat magnetik di bagian bawah untuk fungsi pengereman lainnya.
Bersaing dengan Kereta Cepat Tiongkok
Alfa-X dinilai bakal menjadi kereta peluru tercepat di dunia ketika meluncur pada 2030 mendatang. Namun, hal itu tidak akan menjadi kereta tercepat secara keseluruhan. Pasalnya, prestasi tersebut saat ini dimiliki oleh kereta Maglev di Shanghai, Tiongkok, dengan perolehan kecepatan hingga 600 km per jam.
Kereta Maglev sendiri mengacu pada sistem yang menggunakan mekanis Magnetik Levitation (Maglev) atau magnet yang melayang. Ya, kereta Maglev menggunakan magnet untuk melayang di atas rel sekitar 10 cm. Bloomberg mencatat bahwa Jepang juga akan membuka rute kereta Maglev-nya sendiri antara Tokyo dan Nagoya pada 2027 yang bisa melaju secepat 505 km per jam.
Soal kereta Maglev, Jepang sebelumnya juga sudah pernah melakukan uji coba tersebut. Japan Railway (JR) pernah melakukan uji coba dengan kereta yang juga diproduksi di Jepang dan mampu mencapai rekor kecepatan 603 kilometer per jam. Rekor tersebut tercatat pada 2015 silam.
Photo
Foto 2: Kereta cepat Jepang dalam proses pembuatan. (NikkeiAsianReview).
Sebelum kereta baru diluncurkan pada 2030, Jepang juga berencana untuk meluncurkan versi baru dari kereta peluru Shinkansen dengan model N700S bersamaan dengan Olimpiade Tokyo 2020. Kereta baru Shinkansen N700S akan melaju pada kecepatan 290 km per jam yang sama dengan kereta peluru sebelumnya dengan nomor model N700 yang sudah ada di negara itu.
Bedanya, generasi terbaru kereta Shinkansen N700S pada 2020 akan lebih ringan, lebih hemat energi, dan akan lebih nyaman dengan ruang kaki yang lebih luas serta outlet listrik di kursi penumpang.
Kembali ke Alfa-X, dikutip dari Geek, ketika sudah dioperasikan pada 2030 mendatang, kereta Alfa-X akan masuk ke layanan perusahaan kereta api Jepang, JR East dengan 10 gerbong di setiap rangkaiannya. Ketika sudah beroperasi, JR East bakal menjalankan kereta peluru dengan kecepatan 360 km per jam. Atau sekitar 70 km per jam lebih cepat dari generasi terbaru Shinkansen yang beroperasi pada 2020.
Pengunjung mengamati karya saat pameran Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2022 di Teras Malioboro I, Jogjkarta, Kamis (15/9). Hendra Nurdiyansyah/Antara
Photo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
