
Perubahan iklim mendorong invasi beberapa binatang ke pemukiman manusia.
JawaPos.com – Perubahan iklim mendorong invasi beberapa binatang ke pemukiman manusia. Salah satunya adalah beruang kutub di Novaya Zemlya, Rusia. Dilansir dari The Washington Post pada Senin (11/2), demi melindungi pemukiman dari invasi beruang kutub, pagar dibangun di sekitar pemukiman Belushya Guba.
Sebelumnya, setidaknya 52 beruang menghampiri pemukiman utama di wilayah pulau itu, yang masih digunakan sebagai garnisun militer, dengan akses terbatas ke publik. Kota ini memiliki populasi sekitar 2.000 pada Sensus 2010.
Novaya Zemlya adalah kepulauan Rusia yang membentang ke Samudra Arktik. Kota tersebut pernah menjadi tuan rumah uji coba nuklir Soviet. Saat ini para pejabat lokal menyatakan keadaan darurat karena ulah beruang kutub tersebut.
Biasanya beruang kutub lahir di darat namun hidup di lautan es, tempat mereka berburu. Tetapi saat ini es di Kutub Utara mencair dan makin menipis akibat perubahan iklim. Akhirnya binatang buruang mereka seperti anjing laut juga sulit dicari.
Akibatnya beruang kutub terpaksa pergi ke darat, mereka mencari makan, bahkan mengais sampah. Terkadang bersentuhan dengan populasi manusia.
"Saya telah berada di Novaya Zemlya sejak 1983, tetapi tidak pernah ada begitu banyak beruang kutub di sekitarnya," kata Kepala Administrasi Lokal Zhigansha Musin kepada TASS, kantor berita pemerintah Rusia.
TASS melaporkan bahwa hewan-hewan itu telah mencoba memasuki gedung-gedung perkantoran dan pemukiman, dan mereka mengejar penduduk dan terlibat dalam perilaku agresif lainnya. Foto dan rekaman video yang diposting selama akhir pekan menunjukkan beruang kutub ada di ruang tamu, muncul di taman bermain, menatap anjing, dan bahkan mengasi sampah.
"Orang-orang takut," pejabat daerah melaporkan dalam sebuah pernyataan. "Mereka takut meninggalkan rumah dan rutinitas sehari-hari mereka rusak. Orang tua takut membiarkan anak-anak pergi ke sekolah atau taman kanak-kanak," ujarnya.
Sementara itu, patroli kendaraan dan brigade anjing tampaknya tidak ada bedanya. Beruang itu tidak mengalami gangguan. Sepertinya diperlukan tindakan yang lebih drastis. Namun penduduk dilarang berburu beruang yang diklasifikasikan sebagai spesies yang rentan.
Sejauh ini, pengawas lingkungan Rusia telah menahan lisensi untuk menembak binatang yang bermasalah. Sebagai gantinya, sebuah tim ahli dikirim ke komunitas pulau terpencil untuk mencoba melindungi penduduk.
"Namun jika langkah-langkah itu tidak membantu menyelesaikan situasi, pemusnahan menjadi satu-satunya dan jawaban yang terpaksa dilakukan," TASS melaporkan.
Penelitian menunjukkan bahwa es laut Arktik menurun hampir 13 persen per dekade. Para ilmuwan juga menunjuk perubahan iklim sebagai alasan perilaku agresif seekor beruang kutub yang mengepung stasiun cuaca di Kutub Utara pada tahun 2016, mengancam tim peneliti Rusia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
