Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Februari 2019 | 17.53 WIB

'Demam Durian' di Cina Percepat Penggundulan Hutan di Malaysia

Lonjakan permintaan akan durian di Cina disambut Malaysia dengan mendorong ekspansi perkebunan. Pegiat lingkungan mengeluhkan, fenomena ini mendorong laju deforestasi dan menyusutnya keanekaragaman hayati di negeri jiran - Image

Lonjakan permintaan akan durian di Cina disambut Malaysia dengan mendorong ekspansi perkebunan. Pegiat lingkungan mengeluhkan, fenomena ini mendorong laju deforestasi dan menyusutnya keanekaragaman hayati di negeri jiran

JawaPos.com - Lonjakan permintaan akan durian di Cina disambut Malaysia dengan mendorong ekspansi perkebunan. Pegiat lingkungan mengeluhkan, fenomena ini mendorong laju deforestasi dan menyusutnya keanekaragaman hayati di negeri jiran.


Lonjakan permintaan atas buah durian di Cina ditengarai mempercepat laju deforestasi di Malaysia. Sejumlah organisasi lingkungan memperingatkan saat ini pengusaha semakin giat membabat hutan untuk membuka perkebunan raksasa.


"Saat ini durian mendapat banyak perhatian di pasar Cina," kata Sophine Tann dari organisasi lingkungan PEKA. "Laju deforestasi untuk perkebunan durian termasuk ke dalam persiapan untuk memenuhi permintaan tersebut."


Fenomena ini bisa disimak di distrik Raub di Pahang yang dikenal lewat kawasan hutan hujan alami. Saat ini izin mengubah kawasan hutan untuk perkebunan semakin banyak diberikan. Terlebih tidak sedikit lokasi perkebunan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung yang menjadi habitat alami satwa langka.


PEKA mengklaim status hutan lindung diubah oleh pemerintah Pahang agar bisa mengakomodasi perkebunan.


Lonjakan Permintaan di Cina


Sementara itu 4.000 kilometer di utara, di sebuah mall di kota Beijing, sebuah toko kecil bernama "Little Fruit Captain" ramai disambangi pembeli yang mencari durian Malaysia. Manajer toko, Wang Tao, mengatakan pelanggannya "jatuh cinta" dengan durian Malaysia lantaran rasanya yang manis. Durian asal negeri jiran itu bahkan lebih digemari ketimbang durian asal Thailand misalnya.


Wang mengaku mengimpor durian beku dari Malaysia dan menjualnya dalam berbagai bentuk, entah itu kue, eskrim atau durian goreng. Pelanggan mendapat informasi mengenai ketersediaan durian melalui aplikasi pesan pendek WeChat, kata sang manajer.


"Saya pertamakali mencoba durian saat masih anak-anak." kisah seorang mahasiswa Cina, Liu Zelun, yang menyambangi toko milik Wang sepekan sekali untuk membeli durian. "Durian Thailand memiliki rasa yang lebih kuat dan Anda bisa menjadi mual karenanya. Berbeda dengan durian yang saya beli di sini," kata dia.


Salah satu varian durian termahal yang dijual di Cina bernama "Musang King," yang dibanderol seharga USD 120 atau sekitar Rp. 1,6 juta per buah. Durian "Musang King" digemari lantaran dagingnya yang tebal dan berwarna emas. Di Cina durian tersebut dibanderol beberapa kali lipat lebih mahal ketimbang di Malaysia.


"Pelanggan kami tidak mengkhawatirkan harga, mereka hanya ingin yang terbaik," kata Wang.


Primadona Eksopor Berbau Menyengat


Durian menjadi primadona ekspor baru Malaysia menyusul melemahnya ekspor minyak sawit. Pemerintah di Kuala Lupur yang berharap mendapat pemasukan tambahan dari fenomena "demam durian" di Cina saat ini mendorong ekspansi perkebunan.


Nilai ekspor durian dari Malaysia ke Cina di delapan bulan pertama tahun 2018 misalnya mencapai USD 1,8 juta atau Rp. 25 miliar. Angka tersebut menandai pertumbuhan sebesar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun 2017, menurut data Kementerian Pertanian Malaysia.


Malaysia berharap perjanjian dagang yang ditandatangani Agustus silam bisa embuka akses buat menggandakan ekspor durian menjadi 443.000 ton pada 2030. Selama ini Kuala Lumpur hanya diizinkan mengekspor durian dalam bentuk bubur atau pasta.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore