
Kutub Utara magnet bumi telah bergeser begitu cepat dalam beberapa dekade terakhir. Para ilmuwan mengatakan, perkiraan di masa lalu mengenai pergeseran tidak lagi cukup akurat dibanding dengan kenyataan sekarang
JawaPos.com - Kutub Utara magnet bumi telah bergeser begitu cepat dalam beberapa dekade terakhir. P ara ilmuwan mengatakan, perkiraan di masa lalu mengenai pergeseran tidak lagi cukup akurat dibanding dengan kenyataan sekarang.
Pada Senin (4/2) para ilmuwan mengatakan, Kutub Utara bergeser setahun lebih cepat dari jadwal. Kutub Utara bergerak sekitar 55 kilometer setahun. Melintasi garis tanggal internasional pada tahun 2017, dan meninggalkan Kutub Utara Kanada dalam perjalanan ke Siberia.
Pergeseran konstan menjadi masalah untuk kompas di smartphone dan beberapa elektronik yang dimiliki konsumen. Pesawat dan kapal juga mengandalkan magnet utara, biasanya sebagai navigasi cadangan, kata ahli geofisika Universitas Colorado Arnaud Chulliat, penulis utama World Magnetic Model yang baru dikeluarkan. GPS tidak terpengaruh karena berbasis satelit.
Militer AS menggunakan magnetik utara untuk navigasi dan titik parasut mendarat dan nama landasan pacu bandara berdasarkan arah mereka dalam kaitannya dengan magnetik utara. Nama mereka berubah ketika kutub dipindahkan. Sebagai contoh, bandara di Fairbanks, Alaska, berganti nama dari landasan pacu 1L-19R menjadi 2L-20R pada tahun 2009.
Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS dan Inggris cenderung memperbarui lokasi kutub utara magnet setiap lima tahun, tetapi pembaruan ini datang lebih awal karena pergerakan kutub yang lebih cepat.
"Pergerakan kutub utara magnet cukup cepat," kata Chulliat dilansir dari The Guardian pada Selasa (5/2).
Sejak 1831 ketika pertama kali diukur di Arktik Kanada, kutub telah bergerak sekitar 2.300 kilometer menuju Siberia. Sejak 2000, kecepatannya melonjak dari sekitar 15 km per tahun menjadi 55 km per tahun.
Alasannya adalah turbulensi di inti luar cair Bumi. Ada samudera cair panas dari besi dan nikel di inti planet tempat gerakan menghasilkan medan listrik, kata ahli geofisika Universitas Maryland Daniel Lathrop, yang bukan bagian dari tim yang memantau kutub utara magnet.
"Ini memiliki perubahan yang mirip dengan cuaca," kata Lathrop. "Kita mungkin menyebutnya cuaca magnetik."
Kutub selatan magnet bergerak jauh lebih lambat dari utara. Secara umum medan magnet Bumi semakin lemah, para ilmuwan terkemuka mengatakan pada akhirnya akan terbalik, di mana Kutub Utara dan Selatan mengubah polaritasnya seperti magnet batang yang terbalik.
Itu telah terjadi beberapa kali dalam sejarah Bumi, tetapi tidak dalam 780.000 tahun terakhir. "Ini bukan pertanyaan apakah itu akan terbalik, pertanyaannya adalah kapan itu akan terbalik," kata Lathrop.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
