Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Januari 2019 | 00.58 WIB

Perjuangan Terjal Perempuan Iran Raih Kebebasan

Masih Alinejad telah membayar mahal perjuangannya untuk menanggalkan jilbabnya dan menjadi kritikus bagi negaranya, yaitu Iran - Image

Masih Alinejad telah membayar mahal perjuangannya untuk menanggalkan jilbabnya dan menjadi kritikus bagi negaranya, yaitu Iran


"Di Iran, seorang pria dapat memilih untuk menceraikan istrinya tetapi seorang perempuan harus meminta izin suaminya untuk bercerai," katanya. Menurutnya, dia adalah perempuan pertama di desanya yang bercerai.


Ayahnya sangat malu, ia bahkan sulit menunjukkan wajahnya di masjid. Ayahnya berusaha menemukan seorang pria baru untuk dinikahi, tapi Masih menolak.


Dia menemukan pekerjaan yang mengantarkan Masih menjadi seorang jurnalis dan menghabiskan beberapa tahun sebagai reporter parlemen. Dia diskors karena mengenakan sepatu merah. Beberapa tahun kemudian, Masih memutuskan pindah ke Inggris. Saat ia berusia 33 tahun, ia belajar di Universitas Oxford Brookes.


Dia melanjutkan perjuangannya dari Inggris, mewawancarai para pemimpin Iran melalui telepon dan menyiarkan tentang hak-hak perempuan.


Di Inggris, Masih merasakan kebebasannya yang sangat berharga. Di jalan yang dipenuhi bunga sakura, dia berlari dengan riang, tanpa alasan lain selain menikmati kemewahan belaian angin di rambutnya yang tak bisa diraih di Iran. Ia masih memperjuangkan hak-hak perempuan hingga saat ini.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore