
Vaksin Covid-19 Pfizer 95 persen efektif mencegah virus (Mothersip)
JawaPos.com - Vaksin Pfizer-BioNTech buatan Jerman dipuji oleh pakar kesehatan Hongkong. Vaksin tersebut dinilai efektif melindungi orang dari varian virus Korona yang ditemukan di Inggris dan Brasil. Meski, memang kurang protektif terhadap varian Afrika Selatan. Data itu dibandingkan dengan vaksin Sinovac yang dinilai kurang transparan.
"Tetapi data tentang suntikan Sinovac yang diproduksi di daratan Tiongkok tidak cukup untuk mencapai kesimpulan seperti itu," kata para ahli.
Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan kerja sama dengan Pfizer AS. Vaksin itu merupakan temuan pasutri peneliti Pfizer-BioNtech, dr. Ozlem Tureci dan dr. Ugur Sahin.
Baca juga: Puji Kualitas Vaksin Tiongkok, Singapura Masih Belum Izinkan Sinovac
Ketua komite ilmiah di Pusat Perlindungan Kesehatan di bawah Departemen Kesehatan Hongkong Profesor Lau Yu-lung,
mengatakan data berdasarkan pengamatan dan hasil laboratorium menunjukkan Pfizer-BioNTech telah terbukti efektif dalam melindungi terhadap varian penyakit yang dapat dicegah di Inggris dan Brasil. Namun, Lau mengatakan data menunjukkan bahwa suntikan tidak efektif terhadap strain Afrika Selatan seperti pada dua strain lainnya.
"Tidak tersedia cukup data tentang keefektifan suntikan Sinovac terhadap varian virus," katanya seperti dilansir dari South China Morning Post, Jumat (19/3).
Sementara vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan oleh perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca dengan Universitas Oxford, menurutnya telah terbukti efektif untuk varian Inggris dan Brasil tetapi tidak efektif terhadap varian Afrika Selatan. Hongkong telah mendeteksi 93 insiden strain virus Korona di antara 448 kasus impor antara Desember lalu, di mana 37 di antaranya adalah varian yang pertama kali ditemukan di Inggris, delapan mirip dengan strain Afrika Selatan dan lima dari Brasil.
Ketua komite ilmiah penyakit dan zoonosis, Profesor David Hui Shu-cheong, juga mengatakan orang yang sebelumnya tertular Covid-19 dapat menunggu 90 hari setelah pemulihan sebelum mereka mendapatkan vaksin. Dia mengatakan satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech akan cukup untuk diberikan pada penyintas.
“Setelah infeksi, antibodi akan dihasilkan di dalam tubuh, yang biasanya dapat bertahan enam hingga sembilan bulan bagi kebanyakan orang berdasarkan data yang tersedia,” kata Hui.
Hongkong telah mencapai kesepakatan untuk membeli 22,5 juta dosis, dengan 7,5 juta suntikan masing-masing berasal dari Sinovac, Pfizer-BioNTech, dan AstraZeneca.
Para pejabat minggu ini memperluas upaya inokulasi untuk memasukkan semua penduduk berusia di atas 30 tahun bersama dengan kelompok prioritas lainnya, yang mencakup sekitar 5,5 juta orang. “Tingkat cakupan yang tinggi penting untuk mencapai kekebalan kelompok," kata pengawas Pusat Perlindungan Kesehatan Dr Ronald Lam Man-kin.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/wayZNSvk9SI
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022