alexametrics

Bandingkan dengan Sinovac, Ahli Hongkong Puji Vaksin Pfizer-BioNTech

19 Maret 2021, 22:32:46 WIB

JawaPos.com – Vaksin Pfizer-BioNTech buatan Jerman dipuji oleh pakar kesehatan Hongkong. Vaksin tersebut dinilai efektif melindungi orang dari varian virus Korona yang ditemukan di Inggris dan Brasil. Meski, memang kurang protektif terhadap varian Afrika Selatan. Data itu dibandingkan dengan vaksin Sinovac yang dinilai kurang transparan.

“Tetapi data tentang suntikan Sinovac yang diproduksi di daratan Tiongkok tidak cukup untuk mencapai kesimpulan seperti itu,” kata para ahli.

Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan kerja sama dengan Pfizer AS. Vaksin itu merupakan temuan pasutri peneliti Pfizer-BioNtech, dr. Ozlem Tureci dan dr. Ugur Sahin.

Baca juga: Puji Kualitas Vaksin Tiongkok, Singapura Masih Belum Izinkan Sinovac

Ketua komite ilmiah di Pusat Perlindungan Kesehatan di bawah Departemen Kesehatan Hongkong Profesor Lau Yu-lung,
mengatakan data berdasarkan pengamatan dan hasil laboratorium menunjukkan Pfizer-BioNTech telah terbukti efektif dalam melindungi terhadap varian penyakit yang dapat dicegah di Inggris dan Brasil. Namun, Lau mengatakan data menunjukkan bahwa suntikan tidak efektif terhadap strain Afrika Selatan seperti pada dua strain lainnya.

“Tidak tersedia cukup data tentang keefektifan suntikan Sinovac terhadap varian virus,” katanya seperti dilansir dari South China Morning Post, Jumat (19/3).

Sementara vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan oleh perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca dengan Universitas Oxford, menurutnya telah terbukti efektif untuk varian Inggris dan Brasil tetapi tidak efektif terhadap varian Afrika Selatan. Hongkong telah mendeteksi 93 insiden strain virus Korona di antara 448 kasus impor antara Desember lalu, di mana 37 di antaranya adalah varian yang pertama kali ditemukan di Inggris, delapan mirip dengan strain Afrika Selatan dan lima dari Brasil.

Ketua komite ilmiah penyakit dan zoonosis, Profesor David Hui Shu-cheong, juga mengatakan orang yang sebelumnya tertular Covid-19 dapat menunggu 90 hari setelah pemulihan sebelum mereka mendapatkan vaksin. Dia mengatakan satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech akan cukup untuk diberikan pada penyintas.

“Setelah infeksi, antibodi akan dihasilkan di dalam tubuh, yang biasanya dapat bertahan enam hingga sembilan bulan bagi kebanyakan orang berdasarkan data yang tersedia,” kata Hui.

Hongkong telah mencapai kesepakatan untuk membeli 22,5 juta dosis, dengan 7,5 juta suntikan masing-masing berasal dari Sinovac, Pfizer-BioNTech, dan AstraZeneca.

Para pejabat minggu ini memperluas upaya inokulasi untuk memasukkan semua penduduk berusia di atas 30 tahun bersama dengan kelompok prioritas lainnya, yang mencakup sekitar 5,5 juta orang. “Tingkat cakupan yang tinggi penting untuk mencapai kekebalan kelompok,” kata pengawas Pusat Perlindungan Kesehatan Dr Ronald Lam Man-kin.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads