Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 September 2018 | 04.42 WIB

Rusia Ajak Cina Gelar Latihan Perang Terbesar Sejak Era Uni Soviet

Latihan perang ini berlangsung di lima wilayah termasuk Laut Jepang, Laut Bering, dan Laut Okhotsk. Rusia juga mengajak Cina bergabung - Image

Latihan perang ini berlangsung di lima wilayah termasuk Laut Jepang, Laut Bering, dan Laut Okhotsk. Rusia juga mengajak Cina bergabung


Cina mungkin memiliki peralatan yang lebih modern, tambahnya. Namun "tertinggal jauh dari Rusia di bidang pelatihan perwira, dan pergerakan, penyebaran dan pengkomandoan pasukan." Cina juga dinilai bisa mengambil keuntungan dari pengalaman perang Rusia di Suriah dan Ukraina, Gressel menjelaskan.


Mimpi buruk bagi AS?


Eratnya hubungan militer antara Rusia dan Cina adalah "mimpi buruk" bagi AS, menurut Gressel. Kerjasama ekonomi dan militer antara dua kekuatan besar ini telah berkembang selama beberapa waktu.


"Bagi kepemimpinan Rusia, keamanan berarti adalah bagaimana caranya mengamankan rezim," kata Gressel. Selama ini Kremlin memandang barat yang dipimpin AS sebagai musuh utama, dan daya tarik budaya Barat dilihat sebagai bahaya.


Meskipun Cina dapat menimbulkan ancaman militer yang lebih besar, Gressel mengatakan itu tidak mengancam stabilitas internal Rusia dengan cara yang sama.


"Karenanya Cina bukan penantang strategis. Melainkan Barat," katanya.


Namun Sarah Pagung tidak setuju dengan istilah "mimpi buruk." "Ini jelas menunjukkan kekuatan Rusia terhadap AS dan juga persepsi status adidaya," katanya. "Tapi manuver semacam ini relatif normal dilakukan semua (negara dengan) kekuatan besar."
 

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore