Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 April 2018 | 23.15 WIB

Ini Nama Racun Saraf yang Digunakan untuk Meracuni Mantan Agen Rusia

Mantan agen Rusia Sergei Skripal dan anaknya, Yulia dirawat karena diracun saraf - Image

Mantan agen Rusia Sergei Skripal dan anaknya, Yulia dirawat karena diracun saraf

JawaPos.com - Fasilitas militer Inggris yang menganalisis racun saraf yang digunakan untuk meracuni Sergei Skripal dan anaknya, Yulia Skripal menyatakan bahwa mereka belum bisa mengidentifikasi asal racun tersebut dibuat.


Seperti dilansir AFP, Selasa (3/4), Kepala Eksekutif Laboratorium Pertahanan Porton Down, Gary Aitkenhead mengatakan kepada Sky News, analis telah mengidentifikasi substansi itu sebagai racun saraf Novichok kelas militer, atau kategori racun saraf yang dikembangkan di masa Uni Soviet.


Namun, ujar Aitkenhead, mereka belum mengidentifikasi sumber yang tepat. "Ini adalah tugas kami untuk memberikan bukti ilmiah, sejauh ini kami mengidentifikasi bahwa itu berasal dari kalangan khusus yang merupakan kelas militer, tetapi bukan tugas kami untuk mengatakan di mana racun itu diproduksi."


Dia menambahkan, metode yang sangat canggih diperlukan untuk menciptakan racun saraf Novichok. Jadi hanya orang penting dalam suatu negara yang bisa membuat perintah untuk membuatnya.


Juru Bicara Pemerintah Inggris mengatakan, identifikasi Laboratorium Pertahanan Porton Down tentang racun saraf Novichok hanyalah satu bagian dari gambaran intelijen.


"Pada dekade terakhir, Rusia telah menyelidiki cara-cara mengirimkan racun saraf untuk pembunuhan dan sebagian dari program ini telah menghasilkan dan menimbun Novichok, lalu menargetkan mantan mata-matanya sebagai target."


Mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya, Yulia yang telah tinggal di Inggris sejak pertukaran mata-mata pada 2010, dirawat di rumah sakit sejak 4 Maret setelah keracunan. Sejak itu, London dan sekutu barat telah menyalahkan Rusia.


Penggunaan senjata kimia pertama di Eropa sejak Perang Dunia II telah merusak hubungan Moskow dengan Barat.


Sementara itu, Moskow membantah terlibat dalam insiden itu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menunjukkan, Pemerintah Inggris mungkin berada di balik kasus keracunan Skripal untuk mengalihkan perhatian dunia dari masalah seputar Brexit.


Aitkenhead tidak akan berkomentar apakah Porton Down telah mengembangkan atau menyimpan stok dari Novichok, tetapi dia menyangkal bahwa agen yang digunakan untuk meracuni Skripal berasal kalangan mereka sendiri. "Tidak mungkin hal seperti itu bisa datang dari kami," katanya.


Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore