
Altifani Rizky Hayyu menjadi keluarga baru PPI Polandia dan membagikan pengalaman seminggu pertama di negara itu
JawaPos.com – Hai, perkenalkan namaku Altifani Rizky Hayyu. Seorang mahasiswi baru di Polandia. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman kuliah di sini. Barangkali, setelah membaca tulisan ini, bisa mendapatkan gambaran bagi orang Indonesia yang ingin menimba ilmu di Polandia.
Cerita saya diawali setelah dinyatakan diterima lewat program beasiswa S2 Ignacy Lukasiewicz. saya diberikan waktu satu bulan untuk mengurus berkas dan visa, lalu berangkat ke Polandia. Setelah wisuda S1 pada akhir Agustus 2017, saya sampai di kota Kraków tepat satu bulan kemudian.
Di Kraków, aku harus belajar bahasa Polandia selama 9 bulan di Politechnika Krakowska. Dilanjutkan dengan menempuh pendidikan S2 bidang teknik material di AGH University of Science and Technology.
Asyiknya, Polandia adalah salah satu negara belahan Eropa Timur yang memang terkenal dengan tempat wisata bersejarah dan gothic. Berangkat dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta, aku menuju bandara Kuala Lumpur Malaysia untuk bertemu dengan teman-teman sesama penerima beasiswa yang semuanya cowok.
Kami berangkat bersama selama 2 hari, transit dari bandara Heathrow, London Inggris, dan lanjut ke Warsaw Chopin Polandia. Lantas, sampailah kami di dormitori Politechnika Krakowska pada malam hari dibantu oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Polandia.
Perjalanan yang begitu panjang dan ada drama. Sebab, saya dan teman ketinggalan naik trem yang sangat tepat waktu. Padahal, bawaan saya sudah dibawa teman lain.
Kesan pertama di negara berbendera putih-merah yang paling menonjol ialah cuacanya. Suhunya begitu rendah. Sekitar 9-11 derajat celcius di musim gugur. Setiap ingin keluar untuk beraktivitas, kita harus mengenakan baju dobel dipadu dengan jaket dan sarung tangan. Untuk bertahan dengan dingin, harus sering bergerak.
Yang kedua ialah bahasa. Awal-awal sampai Polandia, kami biasanya menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dengan warga Polandia. Hal itu terjadi karena hanya sedikit warga Polandia yang bisa berbahasa Inggris. Begitu pun saat menjelajahi berbagai jalanan di Kraków, semuanya menggunakan bahasa Polandia.
Itu semua belum kami mengerti. Namun, kami cukup terbantu dengan adanya aplikasi translator yang mampu menerjemahkan tulisan atau ucapan secara instan. Hal lain yang tak kalah mengejutkan ialah soal biaya hidup. Percayalah, bahwa hidup di Eropa itu tak semahal yang dipikirkan.
Di Kraków, harga satu kilogram kentang hanya 0.89 zloty atau setara dengan Rp 3.342 per kilogram! Bisa dibilang biaya hidup di Kraków selama sebulan sama seperti sebulan di Jogjakarta. Tak hanya soal murahnya biaya hidup, Kraków juga mirip dengan Jogjakarta dari suasananya.
Terutama, sebagai kota pelajar sekaligus kota wisatanya Polandia karena menampilkan cagar budaya dan alam yang indah. Salah satunya Wawel Castle, salah satu tempat yang masuk dalam daftar UNESCO’s World Heritage. Wawel Castle merupakan tempat pengungsian kaum Yahudi saat Nazi berniat untuk memburu mereka pada masa Perang Dunia II.
Kraków adalah salah satu kota tertua dan terbesar di Polandia yang memiliki salah satu universitas terbesar dan tertua di benua Eropa. Sebut saja Jagiellonian University dan AGH University of Science and Technology.
Hidup disini begitu nyaman, karena hampir tak ada kemacetan. Sehingga polusi udara yang mengganggu pernapasan begitu minim. Selain itu, fasilitas di dormitori sangat lengkap. Untuk mencuci baju bisa menggunakan laundry dan air panas yang tidak dikenakan biaya tambahan.
Air mentah pun bisa langsung diminum. Namun, untuk berjaga-jaga aku menggunakan penyaring air. Selain itu, terdapat fasilitas dapur, kamar tidur, dan kamar mandi yang lengkap. Tetapi, karena letak dormitori Politechnika Krakowska kurang strategis, maka tak semua operator seluler mampu memberikan layanan internet yang mumpuni.
Minggu awal belajar di Polandia begitu membekas. Tak seperti di Indonesia yang tidak memiliki jeda khusus antara satu sesi kuliah dengan sesi lainnya. Di Polandia terdapat jeda waktu 20 menit untuk menyegarkan pikiran setelah belajar selama satu sesi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
