Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Juni 2017 | 23.59 WIB

Heboh, Sapi Berkepala Mirip Manusia, Ini Penampakannya

Ini penampakan sapi berkepala manusia - Image

Ini penampakan sapi berkepala manusia

JawaPos.com - Salah satu peternakan warga lokal di desa Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, menggegerkan warga India. Pasalnya, sapi yang mereka pelihara melahirkan anakan yang kepalanya menyerupai kepala manusia. 



Kejadian itu langsung menyebar secara cepat dan membuat ratusan orang rela mengantre demi melihat anak sapi ajaib itu. 



Penduduk setempat mengklaim, sapi tersebut adalah perwujudan dari Dewa Wisnu yang mereka puja.



Dalam video yang menyebar, sapi itu lahir dengan mata, hidung, dan telinga yang mirip manusia. Sementara, bagian tubuhnya ya sapi pada umumnya. 



Tetapi, sapi yang baru dilahirkan itu meninggal sejam setelah keluar dari perut ibunya.



Tak lama setelah itu, rumah pemilik sapi itu didatangi banyak orang yang penasaran melihat wujud si sapi. 



Tidak sedikit masyarakat datang membawa bunga dan membungkuk di depan sapi yang mendapat kalungan bunga serta di masukkan dalam peti kaca setelah mati itu.



Penduduk lokal menyakini, sapi itu adalah Gokaran, salah satu dari 24 inkranasi Dewa Wisnu. Mereka bahkan berencana untuk membangun kuil untuk si sapi.



”Dewa sudah terlahir kembali di tubuh sapi ini. Kami datang untuk melihatnya dan mencari berkahnya. Kami meyakini itu adalah karakter yang sama yang disebutkan dalam Bhagavata Puran” kata Mahesh Kathuria, 50, pebisnis lokal yang melihat sapi tersebut.



Raja Bhaiya Mishra, 55, manager peternakan mengatakan dia sangat bangga tempatnya menjadi lokasi kelahiran sapi aneh itu.



”Ribuan orang sudah datang melihatnya. Kami akan mengkremasinya dalam beberapa hari dan membangun kuil untuknya,” kata Mishra.



Ibu si sapi adalah seekor sapi yang hendak disembelih untuk dimakan. Namun bagi kaum Hindu, sapi tidak boleh dimakan meski produk susunya bisa digunakan. 



Menurut Dr Ajay Deshmukh, dokter hewan senior di Wildlife SOS, di India, ini adalah kasus pertumbuhan tidak sempurna.




”Ini kasus anatomi anomali. Ada alasan dan penjelasan keilmuan di balik semua ini. Tidak ada yang takhayul,” katanya. (dailymail/tia/dms/JPG)

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore