
BIKIN GEMAS: Foto lima anak Saerom dan Heemang yang diunggah Park di akun media sosialnya Desember 2015 lalu.
JawaPos.com - Saat datang ke Blue House Februari 2013 lalu, Park Geun-hye membawa sepasang anjing jenis jindo. Mereka terlihat menemani Park di dunia nyata maupun media sosial. Namun, begitu dilengserkan, Park meninggalkan begitu saja anjing-anjingnya.
------------------
KECINTAAN Park Geun-hye terhadap anjing-anjingnya dipertanyakan. Presiden ke-11 Korea Selatan (Korsel) tersebut pergi meninggalkan Blue House Minggu (12/3) setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyetujui usulan parlemen untuk memakzulkan dirinya. Park melenggang dari istana kepresidenan sendirian. Dia meninggalkan ’’keluarga’’ terdekatnya. Yaitu, sembilan ekor anjing jenis jindo miliknya.
Park tak pernah menikah dan tak memiliki anak. Orang tuanya telah meninggal dan dia tidak dekat dengan adik-adiknya. Bisa dibilang, mantan presiden berusia 65 tahun tersebut benar-benar sendirian. Anjing-anjing jindo miliknyalah yang kerap menemani hari-harinya di Blue House. Setidaknya, itulah yang tergambar dalam akun Facebook Park.
Karena itu, setelah terungkap bahwa Park meninggalkan begitu saja anjing-anjingnya, banyak pihak yang berang. ’’Bagaimana kamu bisa mengabaikan keluarganya sendiri seperti kamu membuang sepasang sepatu lama?’’ ujar salah seorang pengguna Instagram mengkritik Park. ’’Anjing jindo tidak pernah mengkhianati tuannya, Park-lah yang mengkhianati mereka,’’ tulis netizen yang lain.
Putri mantan Presiden Park Chung-hee itu mendapatkan sepasang anjing jindo dari tetangganya saat pindah dari kediamannya di Distrik Gangnam ke Blue House pada Februari 2013.
Mereka dinamai Saerom dan Heemang. Artinya baru dan harapan. Pada 2015, Saerom dan Heemang memiliki lima anak. Park memberi nama lima anak anjing tersebut dari usulan di media seosial. Yaitu, Peace, Unification, Geumgang, Halla, dan Baekdu. Lima anak anjing jindo itu akhirnya diberikan untuk diadopsi.
Januari tahun ini, Saerom dan Heemang kembali memiliki tujuh anak. Sembilan anjing itulah yang ditinggalkan Park di Blue House. Foto-foto Saerom, Heemang, dan anak-anaknya menghiasi akun Facebook milik Park. Dia bahkan pernah bercanda bahwa anjing-anjingnyalah pemegang kekuasaan di Blue House. Park kerap mendapat banyak pujian saat mengunggah foto-foto anjing pemburu yang berasal dari Pulau Jindo, Korsel, tersebut.
Di akun Facebook-nya, Park kali terakhir mengunggah lima anak Saerom dan Heemang pada Desember 2015. Park mendandani anjing-anjing tersebut dengan syal dan bando tanduk rusa serta memberikan ucapan selamat Natal. Itu adalah momen sebelum Peace, Unification, Geumgang, Halla, dan Baekdu diserahkan untuk diadopsi.
Ketika skandal yang berujung pada pemakzulan dirinya mencuat, Park juga memberikan pernyataan yang masih berkaitan dengan anjingnya. ’’Jika ada yang bisa dipercaya, itu adalah anjing jindo,’’ tulisnya di media sosial. Anjing peranakan asli Korsel tersebut memang terkenal sangat setia.
Juru Bicara Kepresidenan Kim Dong-jo menampik tudingan bahwa Park menelantarkan sembilan anjingnya. Kim mengungkapkan, Park telah meminta para staf kepresidenan agar menjaga anjingnya dengan baik dan mencarikan pemilik lain jika diperlukan. Karena itu, rencananya, anjing-anjing tersebut diberikan kepada orang yang mau mengadopsi. ’’Kami berencana memberikan mereka kepada orang yang merawat anjing dengan baik,’’ katanya.
Park, tampaknya, memang menggunakan anjing-anjingnya hanya untuk mencari simpati di media sosial. Chung Yoo-ra pernah menulis di media sosial bahwa Park tidak bisa memberikan makan anjing dengan baik.
Chung adalah putri sahabat Park, yaitu Choi Soon-sil. Persahabatan itulah yang akhirnya melengserkan jabatan Park. Sebab, dia terlalu memercayai Choi dan meminta petunjuknya atas berbagai hal. Termasuk urusan negara yang sangat rahasia. Nama Saerom dan Heemang, kabarnya, juga dikonsultasikan dengan Choi lebih dulu.
Korea Alliance for the Prevention of Cruelty to Animals Cabang Busan melaporkan Park kepada polisi gara-gara dinilai menelantarkan anjing peliharaannya. Mereka berharap Park dihukum. Sebab, berdasar perundang-undangan, pemilik tidak boleh mengabaikan hewan peliharaannya. ’’Terlepas dari status sosialnya, kami ingin dia dihukum. Jadi, insiden ini bisa menjadi contoh bagi yang lainnya,’’ ujar organisasi penyayang binatang tersebut.
Kelompok penyayang binatang lain yang menamai dirinya dengan Care juga ikut mengkritik Park. Mereka mengungkapkan, saat ini ada 80–90 ribu binatang peliharaan yang diabaikan pemiliknya di Korsel. Pemerintah harus mengeluarkan anggaran 10 miliar won (Rp 116,3 miliar) setiap tahun untuk merawat binatang-binatang tersebut.
Care berencana mengadopsi sembilan anjing jindo tersebut dan membantu mencarikan pemilik yang tepat. Sebab, tidak banyak warga Korsel yang mampu memelihara anjing-anjing tersebut. Jika jatuh ke tangan yang salah, mereka bisa berakhir di rumah jagal dan menjadi salah satu menu di restoran. Itu tentu bisa menjadi preseden buruk bagi anjing peliharaan seorang mantan presiden. (Reuters/AFP/KoreaTimes/KoreaBizWire/sha/c19/any/tia)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
