
LURUSKAN FAKTA: PM Kanada Justin Trudeau saat memberikan pernyataan di depan parlemen soal penembakan masjid di Quebec.
JawaPos.com – Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengkritik jaringan televisi Fox News pada Selasa (31/1). Sebab, media Amerika Serikat (AS) itu salah menginformasikan identitas tersangka penembakan di Islamic Cultural Center Kota Quebec pada Minggu malam (29/1). Setelah dikritik, Fox News menghapus informasi salah yang disebarluaskan lewat akun Twitter-nya kemarin (1/2).
Diwakili Direktur Komunikasi Kantor PM Kate Purchase, Trudeau memprotes pemberitaan Fox News yang tidak benar. Meski disampaikan lewat Twitter, bukan lewat jaringan resmi, informasi yang beredar Senin tengah hari itu bisa menggiring publik pada opini yang salah. Khususnya terhadap Maroko. Sebab, dalam cuitannya, Fox News menyebutkan bahwa pelaku penembakan berkewarganegaraan Maroko.
”Tweet yang diunggah Fox News pada Senin lalu itu mengandung informasi yang salah dan bahasa yang bisa menggiring opini publik pada hal yang tidak benar tentang identitas pelaku penembakan masjid di Kota Quebec,” terang Purchase dalam surat yang dialamatkan kepada Co-President Fox News Bill Shine. Hingga esoknya, keterangan salah itu belum dihapus dari linimasa Twitter Fox News.
Lantaran keterangan tidak benar itu masih bertahan, Purchase melayangkan kritik resmi kepada Shine. Dia menuntut Fox News mencabut keterangan salah tersebut atau meralatnya dengan informasi yang benar. ”Informasi tersebut tidak benar. Bahkan, pada hari yang sama, kami memublikasikan bahwa tersangka 27 tahun itu adalah warga negara Kanada-Prancis, bukan Maroko,” terang Purchase.
Sebelumnya, Kepolisian Kota Quebec memang memberitakan bahwa aparat telah mengamankan dua laki-laki. Saat itu, beberapa saksi mengaku melihat dua pria menyerbu masjid dan melepas tembakan dengan membabi buta. Namun, setelah melewati pemeriksaan dan interogasi, salah seorang pemuda dibebaskan. Kabarnya, pria yang dibebaskan itulah yang berkewarganegaraan Maroko.
”Informasi salah Fox News tersebut berpotensi memecah belah masyarakat,” tegas Purchase. Dia tidak ingin masyarakat Maroko di Kanada terkucilkan atau malah menjadi sasaran tindak kejahatan setelah muncul kata Maroko dalam cuitan Fox News itu. Sebagai negara majemuk yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama, Kanada mengecam keras penembakan maut pada Minggu lalu tersebut.
Dalam kesempatan itu, Purchase mengkritik kebijakan baru imigrasi AS yang diteken Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu. Sebagai negara yang menaungi 1 juta umat muslim, Kanada memilih mengembangkan tenggang rasa dalam masyarakat. ”Kami berfokus pada keamanan dan persatuan masyarakat. Kami tidak akan membangun tembok atau malah mengambinghitamkan kelompok tertentu,” tandasnya.
Sementara itu, investigasi terhadap Alexandre Bissonnette, pelaku tunggal penembakan di Quebec, berlanjut. Kemarin polisi menyatakan bahwa pelaku merencanakan aksinya cukup lama. Buktinya, dia menyewa apartemen di dekat masjid tersebut pada Juli. Namun, polisi belum bisa mengungkap motif pelaku yang mengaku penggemar berat Trump itu di Facebook-nya. (AFP/Reuters/hep/c16/any/tia)

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
