
SANTAI: Seorang klien sedang menjalankan terapi Otonamaki.
JawaPos.com – Terapi kesehatan ini sedang hits di Negeri Sakura. Berlabel Otonamaki yang artinya membungkus orang dewasa, metode terapi ini memang tidak jauh-jauh dari acara bungkus membungkus. Tujuannya, memperbaiki postur tubuh dan kekakuan otot.
Ide Otonamaki datang dari kawasan Ohinamaki. Di sana, bayi-bayi dibungkus kain demi membantu pertumbuhan fisik mereka. Memang, dari foto-foto yang ditampilkan agak bikin bergidik. Berlangsung selama 20 menit, terapi dimulai dengan membaringkan pasien di atas kain putih berpori. Setelah itu, tubuh dibungkus dengan kain itu. Demi memastikan kerapatannya, kain diikat dengan kuat.
”Alasan adanya Otonamaki karena orang tua takut bayi mereka bakal berontak atau merasa tertungkung saat dibungkus,” kata Orie Matsuo dari Kyoko Proportion, satu di antara beberapa perusahaan yang memberikan layanan Otonamaki.
”Kami berpikir, kalau orang dewasa dibungkus seperti bayi, mereka bisa merasakan kenyamanan yang sama,” sambungnya. Dan, kembalinya konsumen setelah melakukan terapi adalah salah satu bukti kalau terapi ini berhasil.
Otonamaki kali pertama ditemukan oleh Nobuko Watanabe, seorang bidan yang menemukan sabuk hamil yang populer di Jepang. Terapinya awalnya ditujukan untuk perempuan sebagai alternatif terapi fisik atau pijat.
Matsuo mengatakan Otonamaki membuat otot pinggang, kaki, dan bahu menjadi lebih fleksibel. ”Dengan menekan bahu dan kaki tubuh Anda bakal tertarik dan menghilangkan sakit punggung, pinggang, dan panggul.” ”Bahkan, beberapa klien kami menggunakannya untuk terapi pelvis setelah melahirkan,” sambung Matsuo.
”Kelihatannya sasak, tetapi itu tidak terasa sempit sama sekali,” ujar seorang konsumen yang berusia 40 tahun. ”Malah kebalikan dari sesak. Setelah itu saya merasakan ada perubahan signifikan dari punggung dan bahu saya,” ujar seorang klien Kyoko Proportion itu.
”Sangat nyaman sampai saya tertidur. Leher dan punggung bagian bawah saya terasa nyaman dan relaks. Sekarang saya ingin suami saya menjalani terapi ini juga,” kata konsumen lain. Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya? (BBC/tia)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
