
Api berkobar dari Menara Andalus saat dihancurkan oleh serangan udara Israel di Kota Gaza pada 16 Mei 2021. Mohammed Abed/AFP
JawaPos.com - Pengeboman Israel di Jalur Gaza telah memasuki hari ketujuh berturut-turut. Terbaru, serangan udara pada Minggu (16/5) dini hari menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, melukai puluhan lainnya dan meratakan setidaknya dua bangunan tempat tinggal.
Rumah kepala Hamas Gaza, Yehya al-Sinwar, juga menjadi sasaran menurut media. Di Tel Aviv, Israel, orang-orang berlari ke tempat perlindungan bom saat sirene peringatan tembakan roket. Militer Israel meluncurkan sistem pertahanan udara 'Kubah Besi' untuk mencegat roket Hamas.
Eskalasi terjadi beberapa jam setelah rudal Israel menghantam kamp pengungsi, menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, termasuk 8 anak. Rudal juga merobohkan gedung bertingkat tinggi yang menampung kantor organisasi media, termasuk Al Jazeera.
Baca Juga: Korban Tewas Meningkat saat Kekerasan Guncang Palestina
Dalam pidato yang disiarkan televisi Sabtu (15/5) malam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk melanjutkan serangan di Gaza selama diperlukan. Sementara Palestina tak akan menyerah.
"Perlawanan tidak akan menyerah," tegas pemimpin Hamas Ismail Haniya seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu (16/5).
Setidaknya 149 warga Palestina, termasuk 41 anak-anak, telah tewas di Jalur Gaza dalam sepekan terakhir. Sekitar 950 lainnya terluka.
Di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina. Sedikitnya 10 orang di Israel juga tewas, dengan dua kematian baru dilaporkan pada hari Sabtu (15/5).
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan bertemu pada Minggu (16/5) malam untuk membahas pecahnya kekerasan terburuk selama bertahun-tahun di Palestina dan Israel. Serangan udara Israel menciptakan kawah yang memblokir salah satu jalan utama menuju al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, seperti laporan Associated Press.
Anak Terjebak di Reruntuhan
Kantor berita Palestina Wafa mengatakan penembakan intensif menyebabkan kehancuran besar-besaran di Jalur Gaza, termasuk ke rumah-rumah sipil, dan juga mengakibatkan pemadaman total di lingkungan Rimal utara. Safwat al-Kahlout dari Al Jazeera, melaporkan dari Gaza, mengatakan tim penyelamat berlomba untuk menggali korban selamat dari bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal yang rata dalam serangan Israel.
"Tim penyelamat telah menemukan lima anak masih hidup," katanya.
"Mereka mengatakan bahwa mereka mendengar beberapa orang anal masih hidup di bawah reruntuhan dan mereka masih berusaha untuk menarik lebih banyak orang yang selamat," katanya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
