
Kit Darrant didampingi pengacara, Tara Kawass. Foto: Miami Herald
JawaPos.com--PERBUATAN Kit Darrant (sekarang 19) tidak pantas dicontoh. Agaknya ia layak disebut sebagai salah seorang anak paling durhaka. Remaja ini mengaku bersalah telah mencekik dan menikam ibunya sendiri, Renette Emile (35) sebanyak seratus kali menggunakan pisau daging.
Kejadian itu berlaku di apartemen mereka, di utara Miami AS, sebagaimana dilansir New York Daily News mengutip laporan Miami Herald.
Bukan cuma itu, Darrant bahkan mengadakan pesta di apartemennya di saat mayat ibunya masih tergeletak dan mulai membusuk.
Darrant menerima kesepakatan negosiasi hukuman di pengadilan Miami Dade, Jumat lalu, berupa vonis penjara 28 tahun terkait tuduhan pembunuhan tingkat kedua ibunya Maret 2012 silam.
"Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu masih bocah," katanya kepada hakim. "Aksi akan berbicara lebih lantang dibanding kata-kata, dan aku akan membuktikannya kepada kalian."
Tindakan Darrant saat masih berusia 16 tahun memang mengerikan. Ia membunuh ibunya, Renette Emile saat terjadi pertengkaran antara keduanya sepulang dari sekolah. Menurut keterangan pihak keluarga, pertengkaran itu muncul karena Darrant memakai mobil ibunya tanpa izin, merokok ganja dan mabuk-mabukan.
Usai membunuh ibunya, ia bolos dari sekolah selama seminggu. Sementara, mayat ibunya yang dibiarkan terbujur di lantai kamar tidur semakin membusuk. Ia hanya menutupi mayat tersebut dengan selimut dan membubuhkan deterjen untuk menutupi bau.
Beberapa hari setelah pembunuhan, Darrant mengadakan pesta di apartemennya dengan mengundang 60 teman sekolah. Salah seorang teman pestanya sempat mengeluhkan bau, tetapi Darrant mengatakan bahwa itu mungkin bau sampah.
Sepeninggal sang ibu, seolah tak terjadi apa-apa, Darrant bahkan masih merawat adiknya yang berusia tiga tahun, sampai kemudian bibinya mampir dan menemukan mayat Emile.
"Pembunuhan Rene Emile begitu tragis dan Darrant secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya," kata pembelanya, Christopher DeCoste. "Kesepakatan dalam negosiasi hukuman ini penting untuk kedua belah pihak karena memungkinkan pemuda ini membayar hasil perbuatannya, tetapi di sisi lain ia juga masih memiliki kesempatan kedua dalam hidup."(ron/jpg)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
