
Photo
JawaPos.com - Seorang warga negara Tiongkok yang baru pulang dari Beijing mengeluhkan gejala klinis mirip virus Korona jenis atau COVID-19. Dia sendiri bekerja di London, Inggris. Hanya saja, dia dianggap sudah melanggar prosedur karena tanpa dia sadari melakukan kontak dengan orang lain secara sembarangan. Dia pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dengan taksi online Uber.
Tindakan pasien itu dianggap menyalahi prosedur. Dia tidak menggunakan ambulance atau kendaraan pribadi, tapi naik kendaraan umum yang berpotensi menularkan virus jika kontak dengan yang lain. Tiba di Rumah Sakit Universitas Lewisham (UHL) , dia langsung menuju meja resepsionis untuk melaporkan gejalanya.
Dilansir dari Mirror, tindakan itu merupakan pelanggaran pedoman Kesehatan Masyarakat Inggris yang bertujuan menghentikan penyebaran virus. Dua anggota staf dari Rumah Sakit Universitas Lewisham (UHL) yang kontak dengan pasien, saat ini diisolasi di rumah setelah melakukan kontak.
Setelah mengeluhkan gejala yang mirip dengan Coronavirus, pasien itu kemudian pulang sambil menunggu hasil tesnya. Hari berikutnya yakni Rabu (12/2), sang pasien dikonfirmasi positif menderita Covid-19. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit di London lain yakni St. Thomas di dekat London Bridge untuk dilakukan perawatan.
Staf di UHL, rumah sakit yang memeriksa pasien tersebut sebelumnya, mengatakan kepada Guardian bahwa mereka khawatir perilaku pasien dapat menyebabkan penularan virus Korona.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Lewisham dan Greenwich Pusat Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, Ben Travis, mengatakan kasus seorang pasien yang datang sendiri ke Rumah Sakit Universitas Lewisham (UHL) pada Minggu (9/2) harus menjadi perhatian. Hasil tes dikonfirmasi positif virus Korona pada Rabu (12/2).
"Dan kami telah menghubungi semua staf yang melakukan kontak dengan pasien," katanya.
"Rekan-rekan kami di departemen darurat mengikuti saran dan protokol terbaru dari Public Health England.
Dalam hal ini, pasien datang sendiri ke rumah sakit. Segera setelah pasien melakukan itu, pasien diberikan masker dan kemudian diantar untuk diuji di area khusus yang telah kami tetapkan," tambah Ben.
Karena penilaian lebih lanjut diperlukan, pasien kemudian dibawa ke ruang isolasi khusus. "Sejalan dengan protokol kami, selama perawatan mereka, pasien dikawal dan tidak melakukan kontak dengan pasien lain," jelasnya.
"Termasuk dua anggota staf diawasi selama 14 hari sebagai tindakan pencegahan," katanya.
Awal bulan ini, rumah sakit diminta untuk membuat susunan penilaian prioritas untuk orang-orang yang diduga kena Coronavirus untuk menjauhkan mereka dari pasien lain. Surat itu ditandatangani Profesor Keith Willett, Direktur Insiden Strategis NHS. Sebab tujuannya untuk menghindari lonjakan pasien.
"Pasien yang merasa memiliki gejala akan diarahkan jauh dari resepsionis. Dan akan berada di titik mereka dapat memanggil tim spesialis NHS lewat 111 melalui telepon khusus," bunyi surat tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
