alexametrics

Kekacauan di Bolivia Akibat Ambisi Pribadi Evo Morales

13 November 2019, 14:50:17 WIB

JawaPos.com – Awal dari kekacauan di Bolivia sebenarnya datang dari ambisi Evo Morales. Dia diduga kuat memanipulasi pemilu Oktober lalu. Hal itu memancing protes berdarah yang merenggut nyawa tiga warga sipil.

Dua tahun sebelum pemilu, rakyat sudah mulai muak dengan pria keturunan suku Aymara itu. Sebab, Morales mengusulkan agar batas tiga periode untuk satu presiden dicabut. Usulan tersebut sudah ditolak rakyat pada referendum 2016. Namun, pemerintah tetap mengubah aturan itu.

Baca juga: Unjuk Rasa Makin Masif, Presiden Bolivia Umumkan Pengunduran Diri

Pada putaran pertama, oposisi sayap kanan merasa sudah menang. Sebab, Morales diprediksi gagal mencapai keunggulan 10 persen atas kandidat terkuat kedua. Jika keunggulan tak sampai 10 persen, bakal ada putaran kedua.

Sedangkan Carlos Mesa, calon oposisi, sudah mendapatkan dukungan dari kandidat lain yang gugur. ”Ini adalah akhir dari sebuah tirani,” ungkap Mesa seperti dilansir New York Times.

Baca juga: Kehidupan Evo Morales Dalam Bahaya Usai Mundur, Meksiko Berikan Suaka

Namun, tiba-tiba komisi pemilihan Bolivia berhenti merilis progres penghitungan suara. Dua puluh empat jam kemudian, mereka mengumumkan kemenangan Morales. Hal itulah yang memicu rakyat turun ke jalan.

Dengan hilangnya Morales, rakyat Bolivia belum terlepas dari bencana. Aksi pembakaran dan penjarahan yang terjadi saat unjuk rasa masih berlanjut. Harga bahan pokok meningkat tiga kali lipat. Transportasi di perkotaan pun lumpuh.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c11/dos)


Close Ads