
Photo
JawaPos.com - Diplomasi keras yang diterapkan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dinilai akan berujung tragedi dan menjerumuskan negara itu dalam bahaya politik. Hal itu terkait dengan sejumlah masalah. Di antaranya ketegangan dengan AS, Xinjiang, Hongkong, dan Taiwan.
Dampak terkait sikap keras Tiongkok pada AS akan mempercepat pembentukan aliansi anti-Tiongkok' hanya dalam dua bulan setelah kepresidenan Joe Biden. Hal itu diungkapkan pakar kebijakan di Taiwan dan Beijing. Pernyataan itu menyusul ketika Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dan Direktur Urusan Luar Negeri Tiongkok, Yang Jiechi terlibat dalam perdebatan yang disiarkan televisi mengenai garis merah negara masing-masing.
"Sikap yang bangga dan melontarkan retorika dari kedua sisi," kata seorang profesor urusan militer Tiongkok di Universitas Pertahanan Nasional di Taiwan, Ma Chen-kun, seperti dilansir News Week.
Perdebatan dengan Blinken yang berapi-api dianggap telah memicu gelombang nasionalisme dan patriotisme dikhawatirkan berujung pada militer Tiongkok. Ma bicara dalam diskusi kebijakan luar negeri AS yang diselenggarakan oleh Think Tank Prospect Foundation Taipei.
Setelah agenda dialog AS-Tiongkok, Blinken kemudian terbang ke Brussel untuk duduk bersama para pemimpin Eropa. Yang terjadi selanjutnya adalah serangkaian komitmen oleh Inggris, Prancis, dan Jerman untuk mengirim kapal perang ke Indo-Pasifik.
"Tiongkok harus menganggap perkembangan terakhir sebagai peringatan," kata Ma.
"Penekanan Yang Jiechi terkait martabat nasional Tiongkok itu mengikuti logika yang sama dari para pejabat di akhir Dinasti Qing. Itu akan menjerumuskan Tiongkok ke dalam bahaya politik internasional," kata Ma.
Seorang sarjana veteran di Universitas Renmin Beijing yang juga penasihat pemerintah Tiongkok, Shi Yinhong, mengungkapkan keprihatinan yang lebih halus tentang diplomasi 'Prajurit Serigala' Tiongkok. Profesor tersebut mencatat adanya kemajuan pesat dari kebijakan Presiden Biden di Tiongkok dan pembentukan aliansi strategis yang dikenal sebagai Dialog Keamanan Segi Empat yang melibatkan AS, Jepang, Australia, dan India.
Latihan angkatan laut yang melibatkan Quad dan dipimpin oleh Prancis berakhir di Teluk Benggala pada Rabu (7/4). "Tiongkok saat ini menunjukkan kebijakan luar negeri yang belum pernah dilihat Barat sebelumnya. Kebijakan itu menarik garis sangat keras," kata Shi.
"Masih harus dilihat apakah ini berlanjut. Jika kebijakan luar negeri Tiongkok di masa depan dipandang lebih lembut di mata Barat, konfrontasi antara aliansi AS-Eropa dan Tiongkok mungkin tidak seserius sekarang," jelas Shi.
"Diplomasi Tiongkok selalu sejajar, apakah itu di bawah Mao Zedong, Deng Xiaoping, atau lainnya. Tiongkok tidak pernah tunduk. Termasuk Xinjiang, Hongkong dan Taiwan, Tiongkok saat ini memiliki posisi garis keras dalam semua masalah ini. Sementara masyarakat Barat bersikeras untuk menangani semuanya," katanya dalam bukunya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=1fEW5abQG3U

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
