Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Mei 2021 | 13.07 WIB

WHO Yakin Vaksin Sinovac Manjur, tapi Terbatasnya Data Picu Keraguan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech China, CoronaVac, sedang dalam proses penerbitan izin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO meyakini vaksin Sinovac berkhasiat dalam mencegah Covid-19 pada orang dewasa di bawah 60 tahun.

Akan tetapi, beberapa data kualitas tentang risiko efek samping yang serius masih kurang. Sehingga kepercayaan masih rendah atau memicu keraguan.

Para ahli independen di Kelompok Penasihat Strategis (SAGE) WHO meninjau suntikan CoronaVac Sinovac dari uji klinis fase 3 di Tiongkok, Brasil, Indonesia, Turki, dan Cile. Penilaian tersebut dilakukan tak lama setelah para ahli SAGE WHO telah menyuarakan kepercayaan yang sangat rendah pada data yang diberikan oleh pembuat obat milik Tiongkok, Sinopharm, tentang vaksin Covid-19 mengenai risiko efek samping yang serius pada beberapa pasien.

Baca juga: Ahli Australia Puji Sinovac Manjur Cegah Infeksi Covid-19 yang Berat

"Tetapi secara keseluruhan (WHO) yakin pada kemampuannya untuk mencegah penyakit itu," menurut dokumen yang dilihat oleh kantor berita Reuters.

Vaksin Sinovac telah disahkan di 32 negara dan yurisdiksi sudah terdistribusi hingga 260 juta dosis didistribusikan. "Kami sangat yakin bahwa 2 dosis CoronaVac berkhasiat dalam mencegah Covid-19 orang dewasa (18-59 tahun)," kata SAGE dalam penilaian yang diposting di situs WHO.

Baca juga: Dipuji Manjur Lawan Covid-19, Eropa Mulai Lirik Vaksin Sinovac

WHO juga meninjau keamanan vaksin pada orang dewasa yang lebih tua, mereka dengan penyakit yang mendasari, dan evaluasi efek samping yang jarang terdeteksi. Para ahli mengatakan mereka memiliki tingkat keyakinan sedang bahwa risiko efek samping yang serius tetap rendah pada orang berusia 59 tahun ke bawah.

Akan tetapi karena masih kurangnya data memicu tingkat kepercayaan yang rendah dalam melihat risiko pada orang dewasa. “Kami memiliki kepercayaan rendah pada risiko kejadian buruk yang serius pada individu dengan penyakit penyerta atau kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko Covid-19 parah setelah satu atau dua dosis CoronaVac,” kata ahli seperti dilansir dari AlJazeera, Kamis (6/5).

Sekelompok ahli teknis WHO yang terpisah sedang meninjau Sinovac untuk kemungkinan diizinkan dalam daftar penggunaan darurat WHO. Ini tidak hanya akan membuka jalan untuk penggunaannya dalam platform berbagi vaksin COVAX global tetapi juga memberikan dukungan internasional yang penting untuk vaksin yang dikembangkan di Tiongkok.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=8UPUU0Mbzco

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore