Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Maret 2021 | 17.37 WIB

Pakar Singapura: Vaksin Covid-19 Tak Pengaruhi Susunan DNA Manusia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pakar kesehatan Singapura membantah isu yang menyebutkan bahwa populasi khawatir vaksin Covid-19 bisa mengubah susunan DNA manusia. Singapura sejauh ini menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk vaksinasi Covid-19. Dan sejumlah masyarakat di sana menyebarkan isu bahwa vaksin yang menggunakan metode mRNA tersebut dapat mengubah DNA manusia.

"Vaksin Covid-19 yang diberikan di sini tidak akan mengubah susunan genetik seseorang dan dipastikan aman," kata panel ahli seperti dilansir dari Straits Times, Selasa (2/3).

Diskusi panel oleh Misi Sree Narayana itu menghadirkan seorang dokter residen dari Divisi Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura, dr. Alvin Tan. Dia menegaskan isu itu dianggap sebagai laporan yang tidak benar.

Baca juga: Hanya Satu Dosis, Penyimpanan Mudah, Manjur, Vaksin Ini Banjir Pesanan

"Orang-orang menyebarkan isu bahwa vaksin mRNA dapat mengubah DNA Anda. Ini tidak benar," kata dr. Tan merujuk pada vaksin yang disetujui Singapura oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna.

"Berdasarkan ilmu cara kerjanya, sebenarnya tidak ada modifikasi pada DNA Anda. Pada dasarnya, hanya tubuh Anda yang membangun respons imun," tambahnya.

Kedua vaksin bekerja dengan menyuntikkan fragmen materi genetik virus, dan melatih tubuh untuk mengenali bagian penting dari virus, sehingga membangun kekebalan. Ini dilakukan tanpa membuat pasien terkena virus.

Dia juga menyampaikan keprihatinan yang dikemukakan beberapa peserta tentang keamanan vaksin, mengingat seberapa cepat vaksin itu dikembangkan. Dia mengatakan ini karena vaksin dibangun di atas sains yang sudah dikerjakan. Dan sifat pandemi global, yang telah menginfeksi lebih dari 110 juta di seluruh dunia dan merenggut lebih dari dua juta nyawa, menyebabkan kolaborasi internasional yang cepat.

"Kecepatan pengembangan tidak mengganggu keamanan vaksin," tegasnya.

"Setiap vaksin yang telah disahkan untuk penggunaan pandemi di Singapura aman digunakan. Semua telah melalui semua persyaratan peraturan dan penyaringan," katanya.

Menepis kekhawatiran tentang positif palsu, dr.Tan menunjukkan bahwa vaksin tidak akan menyebabkan tes usap Covid-19 untuk menunjukkan bahwa seseorang mungkin terinfeksi penyakit tersebut. Dia mendorong orang untuk divaksinasi sehingga mereka dapat memainkan peran mereka dalam memerangi penyakit di Singapura.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/wLPzoH29R5g

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore