alexametrics

Muhyiddin: 59 Persen Penularan Covid-19 di Malaysia dari Tempat Kerja

4 Februari 2021, 18:48:41 WIB

JawaPos.com – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin mengatakan bahwa 59 persen penularan Covid-19 di Malaysia terjadi di tempat kerja. Berdasar itu, dia memberi penekanan penanganan pada tempat-tempat tersebut.

“Saya memberi penekanan kepada aspek pematuhan SOP di pabrik-pabrik, di tempat-tempat konstruksi, di tempat penginapan pekerja dan di tempat kerja. Ini karena penularan Covid-19 dalam gelombang ketiga ini banyak terjadi di tempat-tempat ini,” ujar Muhyiddin pada pidato khusus di Putrajaya, Kamis (4/2).

Data terkini menunjukkan 59 persen penularan Covid-19 terjadi di tempat kerja, 19 persen di pusat tahanan, 14 persen di tempat tinggal, lima persen di rumah ibadah atau aktivitas keagamaan, dan masing-masing dua persen kasus impor serta kelompok berisiko.

“Saya ingin mengingatkan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas kepada semua pihak yang melanggar peraturan atau SOP yang sedang berlaku. Satu Pasukan Petugas Khusus Pemantauan dan Penegakan PKP yang beranggotakan berbagai lembaga dan kementerian telah dibentuk untuk memantau pematuhan SOP,” ungkap Muhyiddin.

Hingga 3 Februari 2021, Pasukan Petugas Khusus dari Kementerian Industri Internasional (MITI) telah mendatangi 2.276 pabrik di seluruh Malaysia.

“Dari jumlah tersebuti, sebanyak 197 lokasi telah diberi teguran dan 34 diminta tutup karena tidak mematuhi SOP yang ditetapkan. Pihak PDRM juga telah mengenakan denda pada 82.141 individu dan membuat 31.740 penangkapan atas pelbagai kesalahan,” sebut Muhyiddin.

Muhyiddin mengatakan berbagai tindakan dilakukan karena sejak beberapa minggu yang lalu kasus-kasus harian Covid-19 di Malaysia telah meningkat dengan mendadak hingga mencapai lebih 5.000 kasus dalam sehari.

“Ini adalah satu perkembangan yang amat membimbangkan kita semua. Kita mesti terus berusaha untuk memutuskan rantai penularan virus ini. Kita tidak boleh menyerah kalah,” pungkas Muhyiddin.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads