
Petugas menunjukan vaskin sinovac sebelum melakukan vaksinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Tahap I vaksin diberikan kepada pejabat daerah dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan
JawaPos.com - Vaksin asal Tiongkok Sinovac kini makin sejajar dengan vaksin Barat. CEO pengembang vaksin Sinovac Biotech, Yin Weidong mengungkapkan bagaimana proses uji klinis pengembangan vaksin tersebut awal mulanya.
Menurutnta CoronaVac milik Sinovac dikembangkan menggunakan teknologi tradisional. Vaksin virus yang dilemahkan menunjukkan tingkat kemanjuran 83,5 persen dalam uji coba fase tiga di Turki, sementara di Brasil angka itu sedikit di atas 50 persen.
Yin mengatakan uji coba fase tiga di Brasil difokuskan pada petugas kesehatan yang berisiko tinggi terinfeksi. Mereka ditawari dua suntikan vaksin dengan selang waktu dua minggu di antaranya, yang menurutnya adalah pilihan paling berisiko untuk evaluasi vaksin karena tingkat perlindungan bisa paling rendah.
Baca juga: Akhirnya WHO Bakal Izinkan Vaksin Sinovac, Dipuji Manjur dan Aman
Dia mengatakan uji coba menunjukkan bahwa vaksin menawarkan perlindungan 100 persen terhadap kematian, penyakit parah, dan masuk rumah sakit. Lalu tingkat perlindungan sekitar 80 persen terhadap kasus-kasus ringan yang membutuhkan perawatan medis.
“Investasi awal dalam pengembangan dan pembuatan vaksin baru adalah alat terbaik untuk melindungi diri dari ketidakpastian wabah penyakit yang parah,” kata Yin seperti dilansir South China Morning Post.
Dia menambahkan bahwa kekuatan industri secara keseluruhan di Tiongkok memungkinkan Sinovac untuk meningkatkan produksi vaksin CoronaVac. Menurutnya penting bagi semua pemangku kepentingan untuk berinteraksi erat satu sama lain sejak awal wabah.
Photo
CEO pengembang vaksin Sinovac Biotech, Yin Weidong mengungkapkan bagaimana proses uji klinis pengembangan vaksin tersebut awal mulanya. (Caixin Global)
“Dalam perlombaan melawan penyakit menular yang tidak diketahui, manusia memiliki pelajaran yang bisa diambil dari pandemi Covid-19, yaitu meningkatkan perkembangan teknologi untuk menemukan obatnya secepat mungkin,” katanya.
Sinovac yang berbasis di Beijing merupakan satu di antara tiga perusahaan farmasi Tiongkok pertama yang vaksinnya disetujui oleh regulator Tiongkok untuk menawarkan perlindungan terhadap Covid-19. Dia mengatakan perusahaan berada di jalur yang tepat untuk memproduksi 2 miliar dosis pada Juni. Sinovac adalah salah satu pemasok ke Hongkong.
Yin juga mengatakan, pandemi tersebut mendorong perusahaan farmasi untuk mengembangkan vaksin dengan menggunakan teknologi mRNA yang belum pernah digunakan sebelumnya
Tidak seperti vaksin biasa yang menggunakan bentuk virus yang mati atau telah dilemahkan untuk memulai pertahanan alami tubuh, vaksin mRNA bergantung pada sel untuk menghasilkan protein untuk melawan virus. Dua vaksin mRNA, satu dikembangkan oleh tim Pfizer-BioNTech AS-Jerman, dan yang lainnya oleh perusahaan AS Moderna, digunakan secara luas di Eropa dan AS.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
