alexametrics

Akhirnya WHO Bakal Izinkan Vaksin Sinovac, Dipuji Manjur dan Aman

1 April 2021, 14:38:35 WIB

JawaPos.com – Pembuat vaksin asal Tiongkok, Sinopharm dan Sinovac telah mempresentasikan data tentang vaksin Covid-19 mereka soal tingkat kemanjuran yang disyaratkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selama ini vaksin asal Tiongkok memang selalu dikritik karena tidak transparan soal data.

“Kelompok Penasihat Strategis (SAGE) WHO berharap untuk bisa mengeluarkan rekomendasi tentang vaksin tersebut pada akhir April 2021,” kata Ketua SAGE WHO Alejandro Cravioto di Jenewa seperti dilansir US News.

“Informasi yang dibagikan perusahaan kepada publik pada pertemuan (SAGE) minggu lalu dengan jelas menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat kemanjuran yang akan sesuai dengan persyaratan yang diminta WHO untuk vaksin ini,” kata Cravioto.

Menurut WHO, kemanjuran Sinovac dan Sinopharm berarti sekitar 50 persen dan lebih mendekati atau di atas 70 persen. WHO mengakui vaksin tersebut aman.

“Sudah memiliki semua data keamanan untuk menunjukkan bahwa vaksin ini tidak akan membahayakan manusia saat digunakan,” tegas WHO.

Aturan menyebutkan vaksin pertama-tama akan membutuhkan daftar penggunaan darurat dari WHO.
Juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan awal bulan ini bahwa vaksin Sinopharm dan Sinovac dapat segera menerima izin darurat WHO.

Beijing Biological Products Institute, sebuah unit anak perusahaan Sinopharm China National Biotec Group (CNBG), mengatakan vaksin itu 79,34 persen efektif dalam mencegah orang mengembangkan penyakit tersebut. Vaksin ini telah disetujui di beberapa negara termasuk Tiongkok, Pakistan, dan UEA.

Sedangkan vaksin Sinovac menunjukkan kemanjuran yang bervariasi antara 50,65 persen dan 83,5 persen berdasarkan uji coba dari Brasil, Turki, dan Indonesia. Kedua vaksin buatan Tiongkok telah mendapat permintaan yang kuat dari banyak negara berkembang yang memiliki akses terbatas ke suntikan yang dibuat oleh pembuat vaksin Barat.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads