
Tim peneliti Tiongkok berhasil menyelesaikan uji coba di orbit terhadap perangkat pemantau elektromiografi (electromyography/EMG) yang dirancang untuk memantau kondisi otot astronot secara real-time. (China Daily)
JawaPos.com - Tim peneliti Tiongkok berhasil menyelesaikan uji coba di orbit terhadap perangkat pemantau elektromiografi (electromyography/EMG) yang dirancang untuk memantau kondisi otot astronot secara real-time. Teknologi ini diharapkan menjadi terobosan dalam mendukung perlindungan kesehatan awak misi antariksa sekaligus mengembangkan sistem interaksi manusia-mesin di luar angkasa.
Seperti dilansir dari China Daily, hasil uji coba tersebut diumumkan pada Senin melalui misi Pesawat Uji Kargo Qingzhou. Perangkat EMG itu dikembangkan oleh tim dari Shenzhen Institutes of Advanced Technology (SIAT) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, bekerja sama dengan Shenzhen University of Advanced Technology (SUAT).
Pesawat Uji Kargo Qingzhou diluncurkan pada 30 Maret 2026 dengan membawa lima proyek penelitian medis. Salah satunya adalah perangkat pemantau EMG yang dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan rumah sakit luar angkasa masa depan pertama di dunia yang diusulkan oleh SUAT.
Pemantauan kesehatan otot menjadi tantangan penting dalam misi luar angkasa jangka panjang. Dalam kondisi mikrogravitasi, astronot mengalami penurunan beban pada otot sehingga kontraksi serat otot menjadi lebih jarang. Kondisi tersebut mempercepat pemecahan protein dan berpotensi menyebabkan atrofi atau penyusutan otot.
Hingga kini, pemantauan kondisi otot di luar angkasa masih memiliki berbagai keterbatasan. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) umumnya menggunakan pengujian kekuatan otot dan pencitraan ultrasonik, sementara stasiun luar angkasa Tiongkok mengandalkan pengukuran gaya operasional serta metode optik untuk menilai atrofi otot.
Namun, metode-metode tersebut dinilai masih memiliki biaya tinggi, belum mampu melakukan pemantauan secara kontinu, serta belum dapat merekam kondisi otot secara langsung.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim yang dipimpin peneliti SIAT, Wang Yishan, mengembangkan sistem pemantauan berbasis sinyal elektromiografi. Teknologi ini memanfaatkan deteksi sinyal saraf untuk menganalisis kondisi otot secara dinamis melalui pengumpulan dan analisis data EMG secara real-time.
Perangkat tersebut dibangun menggunakan chip deteksi sinyal saraf yang sebelumnya telah dikembangkan oleh tim peneliti. Selanjutnya, perangkat dimodifikasi agar mampu beroperasi di lingkungan luar angkasa yang memiliki kondisi ekstrem.
Sebelum diterbangkan, perangkat menjalani serangkaian pengujian di Bumi, termasuk uji getaran, uji siklus termal, serta pengujian kompatibilitas dengan sistem pesawat antariksa. Seluruh tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas dan keandalan perangkat saat digunakan di orbit.
Setelah Pesawat Uji Kargo Qingzhou mencapai orbit, tim peneliti melaksanakan pengujian dari jarak jauh melalui kendali dari Bumi. Uji coba mencakup simulasi proses pengumpulan, penyimpanan, hingga transmisi data.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
