Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Agustus 2018 | 23.35 WIB

AC Rusak 5 Lansia di Jepang Meninggal

Rumah sakit sebelumnya membantah bahwa kenda rusaknya AC menyebabkan kematian pasien lainnya termasuk lansia berusia 80-an, yang meninggal pada Minggu dan Senin - Image

Rumah sakit sebelumnya membantah bahwa kenda rusaknya AC menyebabkan kematian pasien lainnya termasuk lansia berusia 80-an, yang meninggal pada Minggu dan Senin

JawaPos.com - Sebanyak lima lansia meninggal di rumah sakit Jepang akibat AC rusak. Menurut polisi, pasien berusia 84 tahun tersebut merupakan lansia kelima yang meninggal dunia yang diduga karena kepanasan.


Lansia 84 tahun tersebut meninggal pada Selasa malam, (28/8), di Rumah Sakit Y&M Fujikake Daiichi yang terletak di Kota Gifu. Sebelumnya Jepang memang terserang gelombang panas yang mengakibatkan suhu memanas hingga lebih dari 40 derajat Celcius.


Beberapa dari mereka yang meninggal dunia menderita penyakit serius seperti gagal jantung dan beberapa organ dan penyakit paru obstruktif kronis. Atas kejadian tersebut, polisi telah meluncurkan penyelidikan atas kematian kelima lansia karena dicurigai akibat kelalaian.


Seorang pria berusia 52 tahun yang merupakan penjaga pasien tidak segera memberikan info mengebai kabar menambahnya jumlah korban yang meninggal dunia. Dia baru berkonsultasi dengan polisi dua jam setelah kakek berusia 84 tahun itu pada pukul 18:40 waktu setempat.


Rumah sakit sebelumnya membantah bahwa kenda rusaknya AC menyebabkan kematian pasien lainnya termasuk lansia berusia 80-an, yang meninggal pada Minggu dan Senin. Mereka berpendapat bahwa anggota staf telah memindahkan pasien dengan kondisi serius ke kamar ber-AC dan menggunakan kipas untuk menggantikan AC.


Rumah sakit khusus para lansia tersebut yang mengatakan bahwa AC telah rusak pada 20 Agustus. Menurut keterangan rumah sakit dan polisi, unit AC yang terdapat di 10 kamar di lantai 3 dan empat rumah sakit lainnya rusak, kemudian rumah sakit memindahkan pasien ke lantai dua tanpa pendingin udara.


Menurut Gifu, rumah sakit memiliki kapasitas bagi 119 pasien yang menderita penyakit kronis dan terdapat sekitar 50 orang yang dirawat di sana, seperti dilansir Japan Today.


Menurut Fire and Disaster Management Agency, Jepang berada di tengah gelombang panas berbahaya yang menewaskan 133 orang pada Juli lalu yang merupakan rekor selama sebulan bulan. Dalam seminggu 5.890 orang dibawa ke rumah sakit karena heatstroke atau kelelahan panas.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore