Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Iran. (The Daily Star)
JawaPos.com - Iran bersiap memasuki babak baru kepemimpinan nasional mereka setelah gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Teheran menyatakan proses konstitusional untuk memilih pengganti telah berjalan, dan nama pemimpin baru bisa diumumkan dalam satu hingga dua hari ke depan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, mengkonfirmasi bahwa suksesi telah diaktifkan seiring dimulainya masa berkabung nasional selama 40 hari.
“Dewan transisi sudah dibentuk,” ujar Araghchi. Ia menjelaskan, dewan tersebut beranggotakan tiga pejabat kunci: presiden, kepala lembaga peradilan, dan seorang ahli hukum dari Dewan Garda. Ketiganya bertugas menjalankan fungsi kepemimpinan sementara hingga pemimpin tertinggi baru dipilih.
Araghchi memperkirakan proses pemilihan tidak akan berlangsung lama. “Mungkin dalam satu atau dua hari mereka akan memilih pemimpin baru bagi negara ini,” katanya, merujuk pada lembaga yang secara konstitusional memiliki kewenangan menetapkan pemimpin tertinggi.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam pidato rekaman yang disiarkan televisi pemerintah pada Minggu (1/3) juga membenarkan bahwa dewan tersebut telah mulai bekerja. Ia juga menyebut kematian Khamenei sebagai 'kejahatan besar' dan menetapkan tujuh hari libur nasional di tengah periode berkabung.
Khamenei, 86 tahun, tewas pada Sabtu (28/2) waktu setempat dalam gelombang serangan udara yang melanda sejumlah wilayah Iran. Data layanan darurat Iran menyebut sedikitnya 201 orang meninggal dunia, termasuk sejumlah pejabat keamanan senior serta anggota keluarga Khamenei, putri, menantu, dan cucunya.
Seperti sudah diulas sebelumnya, lroses pemilihan pengganti Khamenei telah diatur dalam konstitusi Iran. Sebuah majelis ulama beranggotakan 88 orang, dipilih melalui pemilu, memiliki otoritas untuk menunjuk pemimpin tertinggi baru melalui suara mayoritas sederhana.
Prosedur serupa terakhir kali dijalankan pada 1989, ketika Khamenei, yang saat itu relatif junior, fiangkat menggantikan pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, usai wafatnya tokoh revolusi tersebut.
Kini, perhatian publik domestik maupun internasional tertuju pada siapa figur yang akan melanjutkan posisi strategis tersebut. Pemimpin tertinggi Iran tidak hanya berperan sebagai kepala negara secara politik, tetapi juga sebagai otoritas agama bagi jutaan Muslim di dalam dan luar negeri.
Araghchi juga menyebut pembunuhan Khamenei sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pelanggaran besar hukum internasional. Menurutnya, insiden itu membuat konflik kian berbahaya dan kompleks.
Ia menegaskan bahwa serangan tersebut tidak melemahkan posisi Iran. “Tidak ada kemenangan dalam perang ini. Mereka tidak mencapai targetnya dan tidak akan mencapainya dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya kepada Al Jazeera.
Ketegangan meluas ketika serangan Iran dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Teluk untuk hari kedua berturut-turut, termasuk di Dubai, Doha, Manama, hingga pelabuhan Duqm di Oman.
Araghchi menyatakan militer Iran telah diminta berhati-hati dalam memilih target dan menegaskan negara-negara tetangga bukan sasaran utama.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
