Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Februari 2026 | 01.08 WIB

Langka! Kapal Perang Abad ke-17 'Bangkit' dari Dasar Laut Stockholm Setelah 400 Tahun

Sisa-sisa bangkai kapal abad ke-17 difoto setelah muncul kembali ke permukaan di Stockholm, Swedia, 17 Februari 2026. (Jonathan NACKSTRAND /AFP)

JawaPos.com - Warga Stockholm, Swedia, mendadak geger. Sebuah pemandangan spektakuler muncul tepat di pusat kota ketika permukaan air Laut Baltik menyusut drastis. Bukan sekadar tumpukan kayu biasa, yang muncul adalah bangkai kapal perang Angkatan Laut Swedia yang telah tersembunyi selama 400 tahun.

Fenomena alam ini bak "mesin waktu" yang terbuka secara alami. Akibat tekanan udara tinggi yang mendorong air keluar menuju Samudra Atlantik, rahasia sejarah yang terkubur sejak abad ke-17 kini bisa dilihat langsung dengan mata telanjang.

Rahasia di Balik Pulau Kastellholmen

Bangkai kapal kayu ini menyembul di perairan dekat pulau Kastellholmen. Sejak awal Februari, struktur lambung kapal yang masih kokoh mulai terlihat jelas di permukaan. Para arkeolog dan warga setempat pun berbondong-bondong menyaksikan keajaiban arkeologi maritim ini.

Menariknya, kondisi kayu kapal tersebut masih sangat terawat meski sudah berusia empat abad. Hal ini terjadi karena karakteristik unik Laut Baltik yang minim organisme perusak kayu.

Bukan Karam, Tapi Sengaja Ditenggelamkan

Banyak yang mengira kapal ini karam karena perang atau badai. Namun, fakta sejarah berkata lain. Kapal ini justru sengaja ditenggelamkan oleh Angkatan Laut Swedia sekitar tahun 1640 untuk misi konstruksi yang sangat cerdas pada masanya.

Jim Hansson, arkeolog kelautan dari Vrak (Museum Bangkai Kapal), mengungkapkan bahwa kapal ini digunakan sebagai fondasi jembatan menuju pulau Kastellholmen.

"Di sini kita memiliki bangkai kapal, yang sengaja ditenggelamkan oleh Angkatan Laut Swedia," ujar Hansson dikutip dari CBS, Sabtu (21/2).

Penggunaan lambung kapal berbahan kayu ini dianggap sebagai solusi praktis daripada harus mencari material kayu baru yang mahal saat itu. Tak hanya satu, ada lima kapal serupa yang disusun berjajar membentuk jembatan bawah air.

Laut Baltik: "Brankas" Sejarah yang Sempurna

Mengapa kapal kayu ini tidak busuk dimakan usia? Jawabannya ada pada ekosistem lautnya. Tidak seperti samudra lain, Laut Baltik adalah tempat yang ramah bagi artefak kayu.

"Di Laut Baltik, kami tidak memiliki cacing kayu, jadi kapal ini bisa bertahan selama ratusan tahun," jelas Hansson.

Meskipun bagian kapal ini sempat mengintip sedikit pada tahun 2013, kondisi tahun 2026 ini jauh lebih ekstrem. Penurunan permukaan air yang mencapai level terendah dalam hampir satu abad membuat detail struktur kapal terlihat sangat mengagumkan.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore