Yangcheon Public Garage di Yangcheon-gu, Seoul
JawaPos.com - Di pusat pelatihan KD Transport Group yang merupakan operator bus terbesar Korea Selatan di Seongnam, provinsi Gyeonggi, beberapa pria berpenampilan muda tampak menonjol di antara sekitar 100 pengemudi, yang berkumpul untuk pelatihan keselamatan pada tanggal 20 Januari.
Menurut perusahaan, 47 dari 460 pengemudi di cabang Pangyo berusia 20-an atau 30-an yang mewakili sekitar 10 persen dari total tenaga kerja.
"Sebagian besar dari mereka bergabung dalam satu atau dua tahun terakhir. Sangat tidak biasa melihat peningkatan tajam seperti ini pada pelamar muda," kata seorang pejabat perusahaan.
Mengemudikan bus yang dulunya merupakan pekerjaan yang dihindari oleh pekerja muda, kini menjadi daya tarik bagi warga Korea Selatan berusia 20-an dan 30-an.
Para analis mengaitkan pergeseran ini dengan diperkenalkannya sistem bus semi-publik, sebuah model di mana pemerintah daerah menutupi defisit operasional dengan pendapatan pajak ditambah dengan pasar kerja yang sulit.
Data dari Otoritas Keselamatan Transportasi Korea menunjukkan, bahwa jumlah orang berusia 20-an dan 30-an yang memperoleh SIM pengemudi bus melonjak 43 persen dalam tiga tahun, dari 6.218 pada tahun 2023 menjadi 10.931 tahun lalu.
Dikutip dari Korea Times, pendorong utama tren ini adalah peningkatan kondisi kerja dan pergeseran persepsi sosial.
Sejak awal tahun 2000-an, wilayah metropolitan besar seperti Seoul, Incheon, dan provinsi Gyeonggi telah mengadopsi sistem semi-publik yang secara signifikan meningkatkan upah dan keamanan kerja.
Data industri menunjukkan, bahwa gaji bulanan rata-rata untuk seorang pengemudi bus metropolitan sekarang berkisar antara 5,2 juta won (sekitar Rp 60 juta) dan 5,6 juta won (sekitar Rp65 juta). Termasuk shift liburan, gaji bulanan dapat melebihi 6 juta won.
Pengemudi senior berusia 50-an dan 60-an, dapat memperoleh lebih dari 80 juta won atau sekitar Rp 934 juta per tahun.
"Dulu saya bekerja di bidang instalasi jaringan seluler, sebelum beralih menjadi sopir bus setahun yang lalu," kata Kwon Hyuk Woo yang berusia 33 tahun.
"Mengingat gaji dan kondisi kerja (supir bus), orang-orang di sekitar mengatakan jika saya mendapatkan 'pekerjaan yang bagus,' dan banyak dari mereka terang-terangan iri."
Keamanan saat bekerja adalah daya tarik utama lainnya. Usia pensiun untuk pengemudi bus di Korea Selatan biasanya 63 tahun, yang lebih tua daripada banyak posisi di perusahaan, serta jam kerja harian yang dibatasi hanya sampai sembilan jam.
Seorang pemuda berusia 27 tahun Song Seong Hwan, terjun ke industri ini atas rekomendasi ayahnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
