
Presiden Nicolas Maduro terpajang di akun sosiam media Donald Trump. (Istimewa)
JawaPos.com - Reaksi keras bermunculan dari berbagai penjuru dunia setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Operasi tersebut langsung memicu perdebatan global soal kedaulatan negara dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Maduro dan sang istri dilaporkan ditangkap oleh pasukan AS pada Sabtu waktu setempat, lalu diterbangkan keluar dari Venezuela. Keduanya diketahui telah didakwa dalam kasus narkotika di New York.
Presiden AS Donald Trump menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya mengawal 'transisi yang aman dan tertib' di Venezuela. Namun, langkah Washington itu langsung menuai respons beragam.
Inggris menjadi salah satu negara Barat yang tidak menunjukkan simpati terhadap nasib Maduro. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara terbuka menyatakan pemerintahnya 'tidak meneteskan air mata' atas berakhirnya rezim Maduro, yang selama ini dianggap tidak sah oleh London.
Berbeda dengan Inggris, gelombang kecaman justru datang dari kawasan Amerika Latin. Brasil, Kolombia, Chile, hingga Uruguay menilai tindakan AS telah melampaui batas.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional yang berpotensi menyeret dunia ke arah kekacauan global.
Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut operasi militer itu sebagai serangan terhadap kedaulatan Amerika Latin, sementara Presiden Chile Gabriel Boric mendesak solusi damai atas krisis Venezuela.
Pemerintah Uruguay pun menegaskan kembali sikap lamanya yang menolak segala bentuk intervensi militer. Kecaman serupa datang dari sekutu lama Venezuela.
Melansir BBC, Rusia menuding AS telah melakukan agresi bersenjata, sementara China mengaku 'sangat terkejut' dan mengecam keras penggunaan kekuatan terhadap negara berdaulat.
Iran, yang tengah bersitegang dengan Washington demikian. Negara yang juga lagi panas dengan AS itu menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata atas kedaulatan nasional Venezuela.
Di tengah kecaman tersebut, Argentina justru mengambil sikap berbeda. Presiden Javier Milei, yang dikenal dekat dengan Trump, menyambut jatuhnya Maduro dengan unggahan singkat bernada dukungan di media sosial, menyebut kebebasan kini 'bergerak maju'.
Situasi di dalam negeri Venezuela sendiri masih tegang. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyerukan warga tetap tenang dan mempercayai kepemimpinan nasional serta militer. Ia meminta dunia internasional bersuara atas apa yang disebutnya sebagai serangan terhadap negaranya.
Sikap Eropa juga terbelah. Uni Eropa melalui Kepala Diplomasi Kaja Kallas menegaskan bahwa Maduro memang tidak memiliki legitimasi, namun tetap menekankan pentingnya transisi damai dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuarakan harapan agar proses pergantian kekuasaan berlangsung demokratis dan mencerminkan kehendak rakyat Venezuela.
Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai legalitas operasi AS sebagai persoalan yang rumit, seraya mengingatkan bahwa instabilitas politik di Venezuela tidak boleh semakin memburuk.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
