
Ilustrasi komet. (Pexels/ Alex Andrews)
JawaPos.com - Luar angkasa baru saja mengirimkan "tamu" istimewa ke lingkungan Bumi. Sebuah komet misterius bernama 3I/Atlas baru-baru ini tertangkap kamera sedang melintasi tata surya kita.
Fenomena ini menjadi sangat langka karena komet tersebut bukanlah penghuni asli sistem tata surya kita. 3I/Atlas adalah objek antarbintang yang berasal dari sistem bintang lain yang jauh di Galaksi Bima Sakti.
Dikutip dari CBS News, berbeda dengan komet biasa yang berputar mengelilingi Matahari secara rutin, 3I/Atlas hanya "numpang lewat". Setelah perjalanannya di dekat Bumi selesai, ia akan melesat kembali ke ruang hampa dan tidak akan pernah kembali lagi.
Momen ini menjadi kesempatan emas bagi para astronom dunia. Mengingat statusnya sebagai objek luar, 3I/Atlas membawa materi dari sistem bintang yang berbeda, memberikan petunjuk tentang rahasia galaksi yang belum terpecahkan.
Berdasarkan data NASA, komet 3I/Atlas melintas pada jarak terdekat sekitar 269 juta kilometer dari Bumi. Meski terdengar sangat jauh, jarak ini cukup ideal untuk pengamatan astronomi.
NASA memperkirakan ukuran raksasa es ini berkisar antara 440 meter hingga 5,6 kilometer. Namun, ada kabar buruk bagi pengamat langit amatir: cahayanya mulai memudar seiring komet ini menjauh dari pusat tata surya.
Setelah melewati Bumi, 3I/Atlas dijadwalkan akan meluncur mendekati planet Jupiter pada jarak 53 juta kilometer. Inilah titik terakhir sebelum ia benar-benar meninggalkan "lingkungan" kita.
Direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA Paul Chodas mengonfirmasi bahwa komet ini akan kembali ke ruang antarbintang sepenuhnya pada pertengahan 2030-an.
"Komet ini tidak akan pernah kembali lagi," kata Paul Chodas.
Sejarah mencatat bahwa 3I/Atlas adalah objek antarbintang ketiga yang pernah ditemukan manusia. Objek pertama ditemukan pada 2017 (Oumuamua), diikuti objek kedua dua tahun kemudian.
Komet 3I/Atlas sendiri pertama kali terdeteksi oleh teleskop ATLAS milik NASA di Chili saat sedang memindai ancaman asteroid berbahaya. Uniknya, komet ini diduga memiliki usia yang jauh lebih tua daripada Matahari dan Bumi kita.
Hebatnya, pengamatan komet ini tidak hanya dilakukan dari Bumi. Wahana pengorbit di Mars juga berhasil mengabadikan 3I/Atlas sebagai titik putih terang yang bergerak di antara bintang-bintang.
Namun, seperti halnya objek asing lainnya, spekulasi mengenai asal-usulnya pun bermunculan. Ari Loeb, ilmuwan dari Universitas Harvard, mengingatkan agar para peneliti tetap terbuka terhadap segala kemungkinan.
"Kita harus mempertimbangkan semua kemungkinan, apakah itu batuan, komet, atau sesuatu yang lain, sampai kita mendapatkan bukti dan data yang akan memberi tahu kita apa sebenarnya benda itu," kata Loeb.
Kini, para ilmuwan terus berpacu dengan waktu untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin sebelum sang tamu kosmik ini menghilang selamanya di kegelapan ruang antarbintang.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
