Kue Natal premium buatan hotel mewah di Korea Selatan mencerminkan tren Christmas cake (Dok. Asia Economic Daily)
JawaPos.com - Perayaan Natal di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir semakin identik dengan kehadiran Christmas cake sebagai simbol perayaan akhir tahun. Berbeda dari tradisi Barat yang sarat dengan kue klasik rumahan, Natal di Korea justru dirayakan secara modern, di mana kue Natal menjadi produk musiman bernilai simbolis sekaligus prestise.
Menurut laporan Asia Economic Daily, permintaan Christmas cake di hotel dan bakery ternama meningkat tajam, seiring perubahan pola konsumsi masyarakat Korea yang menjadikan kue Natal sebagai hadiah dan bagian dari gaya hidup urban.
Lonjakan minat ini terlihat jelas di hotel-hotel mewah Seoul seperti The Shilla Seoul, yang mencatat kenaikan penjualan Christmas cake hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kue Natal edisi terbatas seperti Wishing Wreath dan White Holiday menjadi favorit konsumen karena hanya tersedia selama musim Natal dan dirancang khusus dengan dekorasi serta cita rasa eksklusif. Fenomena ini menunjukkan bahwa Christmas cake telah berkembang dari sekadar hidangan penutup menjadi bagian dari tradisi perayaan modern di Korea Selatan.
Memasuki musim Natal 2024, tren semakin bergeser ke arah produk premium. Asiae melaporkan bahwa sejumlah hotel memperkenalkan Christmas cake dengan bahan mewah dan desain artistik yang rumit, seperti kue dengan lapisan krim truffle, cokelat premium, hingga elemen dekoratif menyerupai karya seni. Harga yang ditawarkan pun melonjak signifikan, mencapai ratusan ribu won per kue, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap produk "small luxury" di kalangan konsumen kelas menengah atas Korea.
Kenaikan harga Christmas cake berlanjut hingga musim Natal 2025 di tengah tekanan inflasi. The Korea Times melaporkan bahwa sejumlah hotel mewah di Seoul menjual Christmas cake dengan harga lebih dari 500.000 won, didorong oleh penggunaan bahan langka seperti truffle putih serta proses produksi yang sangat terbatas. Meski menuai kritik karena mahal, hotel-hotel tersebut menyebut bahwa kue Natal premium ini ditujukan bagi konsumen yang mencari pengalaman eksklusif dan nilai simbolis dalam perayaan akhir tahun.
Dengan demikian, Christmas cake di Korea Selatan kini tidak hanya mencerminkan perayaan Natal, tetapi juga perubahan budaya konsumsi masyarakat urban. Dari kue sederhana hingga produk mewah bernilai tinggi, fenomena ini menunjukkan bagaimana tradisi global beradaptasi dengan selera lokal dan kondisi ekonomi, menjadikan Christmas cake sebagai bagian tak terpisahkan dari wajah Natal modern di Korea Selatan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
