
Elon Musk dan Jeff Bezos saling berhadapan dengan latar visual orbit dan satelit, menggambarkan persaingan keduanya dalam membangun pusat data AI di luar angkasa. (Fierce Network)
JawaPos.com — Persaingan antara Jeff Bezos dan Elon Musk kini merambah area baru yang berpotensi mengubah fondasi komputasi global. Setelah bertahun-tahun bersaing dalam peluncuran roket dan satelit, keduanya kini membidik pembangunan pusat data kecerdasan buatan di orbit, sebuah terobosan yang muncul di tengah melonjaknya kebutuhan energi serta pendinginan server AI di Bumi.
Dilansir dari The Wall Street Journal, Kamis (11/12/2025), Blue Origin yang dipimpin Bezos telah membentuk tim khusus selama lebih dari satu tahun guna mengembangkan teknologi untuk pusat data orbital. Di sisi lain, SpaceX milik Musk berencana memanfaatkan versi terbaru satelit Starlink agar mampu membawa muatan komputasi AI sebagai bagian dari ekspansi bisnis yang tengah digagas perusahaan tersebut.
Dalam paparan publik di Italian Tech Week 2025 di Turin, Bezos menjelaskan visinya tentang infrastruktur komputasi yang bergerak ke luar Bumi. Dia menyatakan bahwa pusat data berkapasitas besar akan lebih efisien jika dibangun di orbit.
Bezos menegaskan, “Kita dapat membangun pusat data berkekuatan sangat besar di luar angkasa karena energi surya tersedia tanpa henti, dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu.” Pernyataan itu mencerminkan keyakinannya bahwa orbit menyediakan pasokan daya berkelanjutan yang tidak bisa dipenuhi oleh jaringan listrik di Bumi.
Lebih lanjut, Bezos menjelaskan bahwa lingkungan orbit berpotensi mengatasi hambatan besar yang selama ini membebani pusat data di bumi, terutama terkait kebutuhan energi dan pendinginan. Dia menyebut bahwa ruang angkasa menawarkan iklim yang lebih stabil dan sumber daya surya yang tidak terputus sehingga pusat data dapat beroperasi tanpa tekanan konsumsi energi seperti di Bumi.
Sementara itu, Musk mengusulkan pendekatan berbeda melalui integrasi komputasi AI pada satelit Starlink generasi terbaru. Dalam unggahan di platform X, dia menegaskan komitmen SpaceX untuk melaksanakan proyek tersebut. Musk menyatakan, “SpaceX akan mewujudkan rencana ini dengan memanfaatkan satelit Starlink untuk mengerjakan komputasi AI langsung dari orbit.”
Meski begitu, para analis memperingatkan bahwa konsep pusat data orbital memiliki tantangan teknis signifikan. Mereka menilai bahwa sistem ini harus mampu menghadapi paparan radiasi, pengelolaan panas, serta latensi transmisi data yang sensitif terhadap jarak. Selain itu, biaya peluncuran dalam jumlah besar masih menjadi penghalang utama yang belum terpecahkan.
Sejumlah pengamat teknologi juga mempertanyakan kelayakan ekonominya. Mereka menilai bahwa meskipun pusat data orbit menawarkan manfaat lingkungan, biaya total kepemilikan masih sulit menandingi efisiensi pusat data konvensional, terutama jika pembangunan infrastruktur energi terbarukan di Bumi makin optimal.
Walaupun menghadapi berbagai tantangan, minat dari banyak perusahaan terus tumbuh. Beberapa startup telah bereksperimen dengan satelit yang dilengkapi unit pemrosesan grafis sebagai langkah awal menuju pusat data luar angkasa yang beroperasi mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa industri teknologi melihat orbit sebagai alternatif yang semakin relevan untuk masa depan komputasi.
Jika berhasil diwujudkan, pusat data AI di orbit dapat mengubah lanskap komputasi global dengan menghadirkan daya pemrosesan besar tanpa membutuhkan lahan dan air seperti di pusat data darat. Selain itu, orbit menawarkan potensi skalabilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan infrastruktur fisik konvensional.
Perlombaan antara Bezos dan Musk pada akhirnya mencerminkan dorongan baru dalam mengalihkan arsitektur teknologi penting ke luar angkasa. Bukan sekadar persaingan dua tokoh besar, tetapi sebuah pertarungan visi mengenai bagaimana dunia akan mengelola dan memproses data dalam era AI yang semakin dominan. ***

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
