
Max Hodak, pendiri bersama Neuralink yang kini memimpin Science Corp. dalam mengembangkan terobosan neuroteknologi. (Techcrunch)
JawaPos.com — Dunia neuroteknologi kembali memasuki fase penting ketika Max Hodak, salah satu pendiri Neuralink, meluncurkan usaha barunya, Science Corp., dengan ambisi menyentuh batas-batas baru integrasi antara otak, mata, dan mesin.
Setelah resmi keluar dari Neuralink pada 2021, Hodak kini menyalurkan visinya ke ranah yang lebih luas, bukan sekadar antarmuka otak-mesin, melainkan neuroteknologi yang berpotensi mengubah persepsi dan kesadaran manusia.
Melansir TechCrunch Senin (8/12/2025), proyek pertama Science Corp. adalah sebuah sistem retina bernama PRIMA. Perangkat ini merupakan chip kecil berukuran kurang dari sebutir beras yang ditanamkan di retina, lalu dipadukan dengan kacamata ber-kamera dan baterai eksternal.
Kombinasi tersebut memungkinkan pasien dengan degenerasi makula lanjut yang kehilangan fotoreseptor untuk kembali “melihat”, bukan hanya cahaya samar, tetapi visual berbentuk berupa huruf, bentuk, hingga kata.
Dalam uji klinis terhadap 38 pasien, Science Corp. menyatakan bahwa sekitar 80 persen peserta kembali mampu membaca meskipun hanya satu atau dua huruf dalam satu waktu.
Hodak menegaskan, “Sejauh yang saya ketahui, ini merupakan pertama kalinya kemampuan membaca secara lancar berhasil dipulihkan secara pasti pada pasien tunanetra.”
Para peneliti menambahkan bahwa pencapaian ini bukan sekadar kemajuan kecil. PRIMA memberikan apa yang disebut sebagai “form vision”, yakni kemampuan mengenali bentuk dan pola, bukan hanya persepsi cahaya.
Laporan dari lembaga biomedical menyebutkan bahwa perangkat sejenis dalam sejarah sebelumnya hanya menghasilkan “phosphenes”, yaitu bintik cahaya di medan visual pasien, bukan kemampuan mengenali bentuk atau membaca.
Di tengah capaian tersebut, Science Corp. telah mengajukan sertifikasi CE di Eropa untuk PRIMA dan menargetkan peluncuran komersial dalam waktu dekat. Di Amerika Serikat, proses regulasi bersama otoritas terkait saat ini masih berlangsung.
Namun, visi Hodak tidak berhenti pada pemulihan penglihatan. Science Corp. turut mengeksplorasi teknologi antarmuka neuro-komputer berbasis neuron biologis, yakni pendekatan yang memanfaatkan sel punca untuk menghasilkan neuron baru yang dapat tumbuh dan berintegrasi secara biologis dengan jaringan otak.
Dalam uji coba terhadap hewan (tikus), sejumlah perangkat “bio-hybrid” ini menunjukkan bahwa neuron buatan mampu membentuk koneksi saraf dan memicu respons motorik sederhana.
Menurut Hodak, pendekatan ini berpotensi menjawab keterbatasan sistem yang berbasis elektroda. “Rekayasa otak adalah sebuah konsep yang sangat kuat,” ujarnya saat mendirikan Science Corp., sambil menegaskan bahwa tujuannya bukan hanya merekam sinyal, tetapi membuka kemungkinan adanya “perluasan kesadaran” yang melampaui batas biologis alami.
Visi tersebut membawa implikasi besar dalam ranah ilmiah, medis, dan sosial. Jika berhasil, teknologi antarmuka ini dapat membuka jalan bagi pemulihan fungsi neurologis, restorasi indera, dan transformasi cara manusia berinteraksi dengan lingkungannya.
Namun, risiko ketidaksetaraan akses juga mengemuka karena biaya awal prosedur diperkirakan sangat tinggi sehingga hanya sedikit orang yang mampu menjangkaunya.
Lebih jauh lagi, konsep “kesadaran yang diperluas”, baik melalui retina buatan, neuron buatan, maupun koneksi otak-mesin, memunculkan pertanyaan mendasar, yakni apakah manusia di masa depan akan tetap sama, atau evolusi biologis itu sendiri yang akan berubah?

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
