Matcha tidak hanya mengguncang dunia minuman, tapi juga industri snack
JawaPos.com - Tren matcha tengah melanda berbagai negara dan mengubah cara masyarakat menikmati minuman berbasis teh. Menurut laporan The Guardian, bubuk teh hijau yang dulu identik dengan upacara minum teh Jepang itu kini menjelma menjadi produk global. Matcha semakin mudah ditemui di kafe, restoran, hingga gerai dessert, dan digemari karena warnanya yang mencolok serta citra sehat yang melekat padanya. Kini, matcha menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan anak muda.
Akan tetapi, lonjakan minat itu tidak sejalan dengan kemampuan produksi di Jepang. AP News melaporkan bahwa permintaan yang melonjak disertai perubahan cuaca ekstrem membuat petani teh kesulitan menjaga kualitas panen. Gelombang panas dan perubahan pola iklim menyebabkan produksi daun tencha turun signifikan, sehingga harga matcha terutama kelas premium naik tajam. Banyak pelaku usaha kuliner yang akhirnya kesulitan memperoleh pasokan stabil karena stok cepat habis.
Tekanan ini juga terlihat di berbagai daerah penghasil teh di Jepang. The Straits Times menyebut sejumlah produsen mulai membatasi distribusi karena tidak dapat mengejar pesanan ekspor. Kekhawatiran pun muncul bahwa jika situasi terus berlanjut, produksi teh tradisional bisa terganggu dalam jangka panjang, terutama karena jumlah pekerja yang menurun dan regenerasi petani yang lambat.
Sementara Jepang berjuang mempertahankan produksinya, Tiongkok bergerak cepat mengisi celah pasokan. Menurut laporan dari People's Daily Online, kota Tongren di Provinsi Guizhou kini menjadi salah satu pusat produksi matcha yang berkembang pesat. Ekspor dari daerah tersebut terus meningkat setiap tahunnya dan kini menjangkau puluhan negara, termasuk pasar Jepang. Industri yang tumbuh pesat itu juga memberikan dampak ekonomi besar bagi masyarakat lokal, terutama bagi para petani dan pekerja yang bergantung pada sektor teh.
Di sisi lain, perubahan tren ini juga mempengaruhi industri minuman secara global. Dalam analisis STiR Tea & Coffee, matcha dinilai mampu menantang dominasi kopi di banyak tempat. Produk berbasis matcha mulai dari minuman, makanan, hingga kosmetik mengalami pertumbuhan cepat, sehingga menciptakan pasar baru yang sangat kompetitif. Namun, para pengamat mengingatkan bahwa pertumbuhan yang terlalu cepat bisa memicu masuknya produk berkualitas rendah yang dijual sebagai matcha premium.
Dengan permintaan yang terus naik, masa depan matcha berada pada titik penting. Jika produsen tidak mampu menjaga keseimbangan antara kualitas, ketersediaan bahan baku, dan keberlanjutan lingkungan, konsumen di seluruh dunia bisa menghadapi harga yang semakin tinggi dan kualitas produk yang tidak merata di masa mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
