
Ilustrasi: Banjir melanda beberapa kota di Inggris. (East London Times)
JawaPos.com - Persoalan banjir ternyata bukan hanya menjadi masalah serius di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia saja. Ternyata, negara maju sekelas Inggris pun menghadapi masalah serupa.
Inggris bagian selatan dan timur kembali bersiap menghadapi kondisi cuaca buruk setelah badai Claudia meninggalkan jejak banjir luas dan kini diikuti oleh gelombang udara dingin ekstrem.
Meski peringatan hujan terakhir telah berakhir, ancaman baru mulai mendekat: turunnya suhu drastis, gangguan transportasi, dan risiko keselamatan yang meningkat akibat banjir.
Mengutip London Evening Standard, banjir yang dipicu badai Claudia bahkan membuat sejumlah jalur Great Western Railway (GWR) antara London Paddington, Bristol Parkway hingga South Wales terendam.
Kondisi itu memaksa otoritas setempat menghentikan seluruh layanan kereta di rute tersebut demi keselamatan.
National Rail menyebut layanan hanya bisa berjalan satu kali per jam dari Chippenham melalui Bristol Temple Meads menuju Paddington.
Kereta juga tidak akan berhenti di stasiun antara Bath Spa dan Reading karena curah hujan ekstrem di wilayah Swindon.
Gangguan ini diprediksi akan berlangsung hingga Sabtu, dan para pelancong diminta memantau pembaruan sebelum melakukan perjalanan.
Bahkan, Monmouth, wilayah yang paling parah terdampak, telah menetapkan status major incident setelah banjir luas merendam kota dan area sekitarnya.
Natural Resources Wales juga mengeluarkan empat peringatan banjir parah sejak Sabtu (15/11) pagi, dengan penegasan bahwa situasi ini menimbulkan 'risiko signifikan terhadap kehidupan dan gangguan signifikan terhadap masyarakat diharapkan'.
Layanan darurat, South Wales Fire and Rescue, Gwent Police, Welsh Ambulance Service, SARA, Mountain Rescue hingga Coastguard dilaporkan masih berkutat pada evakuasi, penyelamatan, dan pemeriksaan keselamatan warga.
Area Manager Matt Jones mengatakan kondisi masih sangat berat akibat arus air yang cepat, jalan yang terblokir, dan tekanan besar pada infrastruktur.
"Ini adalah insiden berskala besar, dan kru serta mitra kami telah bekerja tanpa lelah sepanjang malam dan hingga hari ini untuk membantu mereka yang terkena dampak. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang terlibat atas profesionalisme dan perhatian yang terus mereka tunjukkan dalam keadaan yang sangat sulit," ujar Matt Jones.
Dia juga menyerukan agar publik menghindari Monmouth. Menurut Met Office, hujan dan gerimis masih akan bertahan di banyak wilayah Inggris dan Wales, sementara Irlandia Utara dan Skotlandia diperkirakan cerah. Lebih dari 90 peringatan banjir masih aktif pada Sabtu pagi.
Meski begitu, badai hujan ini hanya 'babak pertama'. Mulai Minggu, Inggris diperkirakan memasuki fase dingin ekstrem dengan suhu di London turun hingga tiga derajat Celcius pada Kamis (13/11) dini hari.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
