
Petugas medis Afghanistan merawat seorang pria yang terluka di rumah sakit setelah gempa bumi di Mazar-i-Sharif Afganistan (Al-Jazeera)
JawaPos.com – Gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter mengguncang wilayah utara Afghanistan dekat kota Mazar-i-Sharif pada Senin dini hari.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Selasa (4/11), Menurut laporan Kementerian Kesehatan Masyarakat, sedikitnya 20 orang tewas dan 320 lainnya mengalami luka-luka.
Gempa ini terjadi hanya beberapa bulan setelah gempa serupa di wilayah timur menewaskan lebih dari 2.000 orang.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa gempa terjadi pada pukul 12:59 pagi waktu setempat, dengan kedalaman 28 kilometer.
Lembaga tersebut mengeluarkan peringatan oranye melalui sistem PAGER, menandakan kemungkinan besar adanya korban jiwa dalam jumlah besar. Peringatan itu juga menunjukkan bahwa bencana ini berpotensi membutuhkan respons di tingkat nasional.
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Sharafat Zaman, menyatakan bahwa angka korban tewas masih bersifat sementara karena proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan juga menyebutkan bahwa laporan rinci mengenai kerusakan dan korban akan disampaikan kemudian. Pemerintah setempat masih berkoordinasi dengan pihak internasional untuk memantau dampak lebih lanjut dari bencana tersebut.
Guncangan kuat akibat gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah di sekitar Masjid Biru, ikon terkenal kota Mazar-i-Sharif.
Banyak warga berlarian keluar rumah pada tengah malam karena takut bangunan akan runtuh. Laporan dari kantor berita AFP menyebutkan bahwa ribuan orang mengungsi ke tempat terbuka untuk menghindari risiko reruntuhan.
Seorang koresponden Al Jazeera di Kabul mengatakan bahwa guncangan terasa sangat kuat hingga beberapa gedung berguncang selama beberapa detik. Ia menggambarkan suasana penuh kepanikan, terutama di kalangan anak-anak yang masih trauma akibat gempa sebelumnya
“Sulit untuk melebih-lebihkan betapa menakutkannya hal ini,” ujarnya seperti dikutip pada Al-Jazeera.
Gempa ini menambah daftar panjang bencana alam yang menimpa Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021.
Minimnya bantuan internasional telah menghambat kemampuan pemerintahan Taliban untuk menanggapi krisis secara efektif. Sejak saat itu, negara tersebut telah mengalami tiga gempa bumi besar dengan ribuan korban jiwa.
Afghanistan terletak di wilayah rawan gempa, khususnya di sepanjang pegunungan Hindu Kush, tempat pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan India. Kondisi infrastruktur yang buruk dan bangunan sederhana memperparah dampak setiap kali gempa terjadi.
Sejak tahun 1900, kawasan timur laut Afghanistan telah mengalami setidaknya 12 gempa bumi dengan kekuatan di atas 7 skala Richter.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
