
Asap mengepul akibat serangan militer Israel ke Gaza. (apnews.com)
JawaPos.com - Harapan berakhirnya perang dua tahun di Gaza kembali sirna. Hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan di Mesir pada Kamis (9/10), militer Israel dilaporkan kembali menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza.
Menurut laporan tenaga medis dan saksi mata, serangan terbaru menghantam permukiman padat di Zeitoun, Tel al-Hawa, dan Sabra di Kota Gaza Palestina. Asap tebal membumbung tinggi dari lokasi yang diserang.
Sedikitnya tujuh warga sipil dilaporkan terluka, termasuk tiga orang di Khan Younis, Gaza bagian selatan. Demikian melansir Anadolu via TRT World.
Padahal, gencatan senjata itu baru saja disepakati di Sharm el-Sheikh, Mesir, berdasarkan rencana 20 poin yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Rencana tersebut mencakup penghentian total serangan, pembebasan sandera, pertukaran tahanan, perlucutan senjata Hamas, serta rekonstruksi Gaza.
Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Suara ledakan dan tembakan masih menggema di berbagai titik. Hingga Kamis malam, belum ada pernyataan resmi dari militer Israel terkait pelanggaran kesepakatan itu.
Korban jiwa juga terus bertambah. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, jumlah korban tewas kini mencapai 67.194 orang sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Dalam 24 jam terakhir, 11 jenazah baru ditemukan, termasuk satu dari reruntuhan bangunan, sementara 49 orang luka-luka, sehingga total korban luka mencapai 169.890 orang.
Tragedi kemanusiaan juga terjadi saat warga mencoba mendapatkan bantuan. Sedikitnya 2.615 orang tewas dan lebih dari 19.000 terluka sejak Mei karena tembakan pasukan Israel saat antre bantuan makanan dan obat-obatan.
“Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan, sementara tim penyelamat tidak bisa menjangkau mereka,” kata pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Gaza.
Tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Sementara itu, Mahkamah Internasional (ICJ) tengah memproses gugatan genosida terhadap Israel yang diajukan sejumlah negara. Meski kecaman dan sanksi menguat, kekerasan belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
Gaza kini digambarkan sebagai wilayah yang 'nyaris tak layak huni', dengan kelaparan, penyakit, dan kehancuran yang meluas di tengah blokade dan serangan udara tanpa henti.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
