
Tembok Besar Tiongkok, ikon yang mencerminkan kecerdasan arsitektur, budaya, sekaligus tekad bangsa dalam menjaga wilayah. (UNESCO)
JawaPos.com - Tembok Besar Tiongkok dikenal sebagai salah satu monumen sejarah paling ikonis di dunia. Selain memiliki keagungan arsitektur, tembok ini juga memegang peranan penting sebagai garis pertahanan utama bangsa Tiongkok sejak ribuan tahun silam.
Menurut catatan UNESCO, sekitar tahun 220 SM, Kaisar Qin Shi Huang memerintahkan penyatuan bagian-bagian tembok yang sebelumnya dibangun oleh berbagai kerajaan kecil. Langkah ini bertujuan menciptakan sistem pertahanan terpadu untuk menghadapi ancaman dari utara.
Pembangunan dan perkuatan Tembok Besar terus berlanjut hingga masa Dinasti Ming (1368–1644). Pada periode inilah tembok tersebut mencapai kemegahannya dan dikenal sebagai struktur militer terbesar di dunia.
Awal Mula Pembangunan Tembok
Tadisi membangun tembok pertahanan di Tiongkok sebenarnya sudah berlangsung selama ribuan tahun. Para pemimpin Tiongkok kuno secara konsisten mendirikan dinding untuk melindungi wilayah mereka dari ancaman bangsa nomaden utara.
Salah satu bagian tertua yang masih ada hingga kini berada di Provinsi Shandong, terbuat dari tanah padat yang disebut rammed earth, dan diperkirakan berusia sekitar 2.500 tahun.
Dikutip dari China Highlights, pada masa Spring and Autumn Period (770-476 SM) dan Warring States Period (475-221 SM), Tiongkok masih terpecah dalam banyak negara bagian atau kerajaan kecil.
Para penguasa memerintahkan pembangunan tembok di perbatasan untuk melindungi wilayahnya. Salah satu yang pertama dibangun adalah tembok antara negara bagian Lu dan Qi sekitar tahun 650 SM, yang kemudian menjadi bagian dari Tembok Negara Chu.
Dinasti Qin: Penyatuan Pertama
Titik penting dalam sejarah Tembok Besar terjadi setelah Qin Shihuang, raja dari Negara Qin, berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan lain dan mempersatukan Tiongkok pada 221 SM. Ia memerintahkan penyambungan bagian tembok di perbatasan utara, terutama milik negara Qin, Zhao, dan Yan, untuk membentuk pertahanan besar menghadapi serangan bangsa Mongol dari utara.
Penyatuan ini melahirkan tembok pertahanan pertama yang layak disebut Great Wall. Sementara itu, tembok-tembok lain di perbatasan kerajaan yang telah kalah perlahan terbengkalai dan hilang.
Dinasti Han: Tembok Terpanjang dalam Sejarah
Pada masa Dinasti Han (206 SM-220 M), pembangunan Tembok Besar dilanjutkan dengan penguatan serta perpanjangan jalur pertahanan. Bahkan, beberapa bagian tembok dibangun sejajar dan saling terhubung sepanjang ribuan kilometer di perbatasan Mongolia Dalam.
Tembok Besar pada masa Dinasti Han membentang dari pesisir Korea Utara dekat Pyongyang hingga Jade Gate Pass (Yumenguan) di barat. Panjang keseluruhannya melebihi 8.000 km, menjadikannya tembok terpanjang dalam sejarah. Panjang itu sudah termasuk cabang-cabang tembok tambahan, penghalang alami, serta parit pertahanan.
Dinasti Yuan: Masa Henti Pembangunan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
