
Ilustrasi: Bendera Palestina berkibar di London, Inggris. (The Guardian).
JawaPos.com - Bendera Palestina untuk pertama kalinya berkibar di depan gedung yang kini menjadi Kedutaan Besar Palestina di London. Momen bersejarah ini menandai pengakuan resmi Inggris terhadap negara Palestina, di tengah serangan Israel yang terus berlangsung di Gaza dan penindasan di Tepi Barat.
Upacara pengibaran bendera pada Senin (23/9) dipimpin oleh Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot. Dalam pidatonya, Zomlot menyebut pengakuan tersebut sebagai langkah “meluruskan kesalahan sejarah” sekaligus komitmen terhadap masa depan yang berlandaskan kebebasan, martabat, dan hak asasi manusia.
“Pengakuan ini datang di saat rakyat kami di Gaza sedang dibombardir, kelaparan, dan dikubur di bawah reruntuhan rumah mereka. Di Tepi Barat, mereka menghadapi pembersihan etnis, perampasan tanah, dan teror yang dilembagakan negara,” ujar Zomlot dikutip via Al-Jazeera.
Menurutnya, pengakuan Inggris adalah bentuk penolakan untuk membiarkan genosida menjadi akhir dari perjuangan Palestina. “Ini adalah penegasan bahwa pendudukan bukanlah takdir, dan kemanusiaan kami tidak bisa dihapuskan,” tambahnya.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sehari sebelumnya menyatakan keputusan ini diambil demi menjaga peluang tercapainya perdamaian dan solusi dua negara. Namun, banyak pihak menilai langkah tersebut terlambat, mengingat lebih dari satu abad setelah Deklarasi Balfour (1917) yang membuka jalan bagi pendirian Israel di tanah mandat Palestina.
Anggota parlemen independen Shockat Adam menyebut momen pengibaran bendera ini sebagai 'sejarah yang monumental', meski ia mengakui pengaruh nyata di lapangan belum terlihat.
“Kita tidak lagi memiliki misi, melainkan kedutaan. Bukan lagi kepala misi, melainkan duta besar. Perubahan kecil, tapi tetap bersejarah,” ujarnya.
Amnesty International juga menyambut baik pengakuan ini, tetapi memperingatkan bahwa keputusan tersebut akan menjadi 'gestur kosong' jika tidak dibarengi tindakan konkret.
Kristyan Benedict, manajer respon krisis Amnesty, menekankan bahwa Inggris harus menghentikan ekspor senjata ke Israel, menjatuhkan sanksi terhadap pelaku kejahatan perang, menghentikan perdagangan dengan permukiman ilegal, serta mendesak Israel mencabut blokade Gaza.
Situasi kemanusiaan di Gaza sendiri semakin memburuk. Militer Israel dilaporkan terus menghancurkan Kota Gaza untuk mengambil alih wilayah tersebut, sementara kelaparan massal dan pengungsian paksa semakin meluas. Di Tepi Barat, serangan harian tentara dan pemukim Israel terus terjadi seiring rencana aneksasi wilayah Palestina.
Keputusan Inggris datang setelah Kanada, Australia, dan Portugal juga mengumumkan pengakuan resmi terhadap negara Palestina. Isu kedaulatan Palestina dipastikan akan menjadi sorotan utama dalam Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini di New York.
Prancis dan Arab Saudi bahkan bersiap menggelar konferensi satu hari di markas besar PBB untuk membahas perang Israel di Gaza dan masa depan solusi dua negara yang semakin terancam punah.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
