Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 02.00 WIB

Aliansi Energi Terbarukan yang Didukung Jeff Bezos Targetkan Investasi Rp 124 Triliun untuk Negara Berkembang

Jeff Bezos yang mendukung aliansi GEAPP untuk investasi energi terbarukan di negara berkembang. (Reuters) - Image

Jeff Bezos yang mendukung aliansi GEAPP untuk investasi energi terbarukan di negara berkembang. (Reuters)

JawaPos.com — Aliansi global yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan di negara berkembang berencana mengucurkan investasi sekitar 7,5 miliar dolar AS atau setara Rp 124 triliun (kurs Rp 16.590 per dolar AS) dalam lima tahun ke depan. 

Inisiatif ini dipimpin oleh Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP), dengan dukungan filantropi besar seperti Bezos Earth Fund, IKEA Foundation, dan Rockefeller Foundation.

Dilansir dari Reuters, Selasa (23/9/2025), GEAPP yang diluncurkan pada konferensi iklim dunia tahun 2021 telah membantu lebih dari 30 negara memperkuat jaringan listrik, membangun sistem penyimpanan energi, serta menciptakan lapangan kerja di sektor hijau. Model pembiayaan GEAPP mengandalkan dana hibah atau pinjaman murah untuk menarik minat bank pembangunan multilateral dan investor swasta.

Namun, tantangan semakin berat setelah pemotongan bantuan pembangunan oleh sejumlah negara maju, termasuk Amerika Serikat. Data OECD mencatat bantuan resmi pembangunan global turun 7,1 persen pada 2024—penurunan pertama dalam enam tahun terakhir. Situasi ini mendorong GEAPP memperluas basis mitra filantropi dan sektor swasta.

Chief Executive GEAPP, Woochong Um, menegaskan perlunya inovasi pembiayaan. “Dengan anggaran bantuan yang semakin tertekan, kita membutuhkan model baru untuk menghadirkan pembangunan berskala besar,” ujarnya. Dia menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan “Energy and Opportunity Coalition” guna mengintegrasikan energi hijau ke sektor pertanian hingga kesehatan.

Komitmen ini kembali disorot ketika para pemimpin dunia berkumpul dalam rangkaian Sidang Umum PBB di New York serta Climate Week. GEAPP juga menatap COP30 di Brasil pada November mendatang, yang diperkirakan akan kembali menjadikan pendanaan transisi energi di negara berkembang sebagai agenda utama.

Tantangan global sangat besar. International Energy Agency (IEA) memperkirakan investasi energi bersih di negara berkembang di luar Tiongkok perlu meningkat enam kali lipat hingga mencapai 1,6 triliun dolar AS atau sekitar Rp 26.544 triliun pada awal 2030-an untuk memenuhi target iklim dunia.

Di sisi lain, GEAPP mendorong pengembangan “Grids of the Future”—jaringan listrik yang siap mendukung energi terbarukan, terintegrasi secara digital, dan berkelanjutan secara finansial. Woochong Um mencontohkan penerapan konsep tersebut di India. 

“Di Jaipur, kami membangun peta digital yang mencakup 6,5 juta aset utilitas. Dengan sistem ini, perusahaan listrik dapat mengidentifikasi potensi masalah sebelum menimbulkan gangguan, sehingga mampu menghemat lebih dari 50 juta dolar AS atau sekitar Rp 829 miliar setiap tahun,” ujarnya.

Ke depan, GEAPP berambisi mereplikasi teknologi tersebut di Asia, Afrika, Amerika Latin, hingga Karibia. Selama lima tahun pertama, aliansi ini telah memobilisasi 7,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 129 triliun, menyediakan akses energi bagi hampir 240 juta orang, sekaligus memangkas emisi karbon hingga 952 juta metrik ton.

Untuk periode 2026–2030, GEAPP menargetkan penghimpunan sedikitnya 500 juta dolar AS atau setara Rp 8,3 triliun dari filantropi dan memutarnya hingga 15 kali lipat guna membuka investasi senilai 7,5 miliar dolar AS.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore