Diwali, momen penuh makna yang merayakan harapan, kebersamaan, dan tradisi India yang memikat dunia (Dok. Indianexpress.com)
JawaPos.com - Diwali, atau Festival Cahaya, kembali menyinari India dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Dirayakan oleh lebih dari satu miliar orang dari berbagai agama seperti Hindu, Jain, Sikh, dan Buddha, Diwali bukan sekadar perayaan spiritual, tetapi juga momen budaya yang menghidupkan kota-kota India dengan lampu, warna, dan semangat kebersamaan.
Menurut laporan National Geographic, Diwali berasal dari kata Sanskerta dipavali yang berarti "barisan cahaya." Tradisi menyalakan lampu tanah liat di depan rumah menjadi simbol kemenangan cahaya atas kegelapan dan kebaikan atas kejahatan.
"Festival ini menandai kemenangan pengetahuan atas kebodohan, dan kebaikan atas kejahatan," tulis Amy McKeever dalam artikelnya. Di berbagai wilayah India, makna Diwali pun beragam, di utara, merayakan kembalinya Rama ke Ayodhya, dan di selatan, mengenang kemenangan Krishna atas Narakasura dan di barat, memperingati pengusiran Raja Bali ke alam bawah.
Perayaan ini berlangsung selama lima hari, dengan setiap harinya memiliki makna tersendiri. Hari pertama dimulai dengan doa kepada Dewi Lakshmi dan pembersihan rumah, diikuti dekorasi rangoli dan lampu pada hari kedua.
Hari ketiga menjadi puncak perayaan dengan doa, pesta keluarga, dan kembang api. Hari keempat menandai tahun baru bagi sebagian komunitas, dan hari kelima menjadi momen penghormatan kepada saudara kandung.
Namun, kemeriahan Diwali juga membawa tantangan. Dalam laporan The New York Times, penggunaan kembang api selama Diwali kerap memicu lonjakan polusi udara, terutama di kota-kota besar seperti New Delhi.
"Kembang api memang bagian dari tradisi, tapi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan tidak bisa diabaikan," tulis jurnalis Gardiner Harris dalam artikelnya. Pemerintah India pun mulai menerapkan pembatasan penggunaan petasan demi menjaga kualitas udara selama festival berlangsung.
Meski demikian, semangat Diwali tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Banyak agen perjalanan internasional menawarkan paket "Diwali Experience" yang mencakup tur kuil, kelas memasak makanan khas India, dan sesi membuat rangoli. Bagi pelaku industri kreatif dan UMKM lokal, Diwali menjadi momen emas untuk memamerkan produk budaya seperti lampu tanah liat, pakaian tradisional, dan dekorasi khas.
Dengan perpaduan spiritualitas, estetika, dan semangat komunitas, Diwali tak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga jendela budaya India yang mengundang decak kagum wisatawan global. Festival ini membuktikan bahwa tradisi bisa menjadi kekuatan utama dalam diplomasi pariwisata lintas negara.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
