Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 07.45 WIB

Diwali: Festival Cahaya dari India yang Menarik Perhatian Wisatawan

Diwali, momen penuh makna yang merayakan harapan, kebersamaan, dan tradisi India yang memikat dunia (Dok. Indianexpress.com)

JawaPos.com - Diwali, atau Festival Cahaya, kembali menyinari India dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Dirayakan oleh lebih dari satu miliar orang dari berbagai agama seperti Hindu, Jain, Sikh, dan Buddha, Diwali bukan sekadar perayaan spiritual, tetapi juga momen budaya yang menghidupkan kota-kota India dengan lampu, warna, dan semangat kebersamaan.

Menurut laporan National Geographic, Diwali berasal dari kata Sanskerta dipavali yang berarti "barisan cahaya." Tradisi menyalakan lampu tanah liat di depan rumah menjadi simbol kemenangan cahaya atas kegelapan dan kebaikan atas kejahatan. 

"Festival ini menandai kemenangan pengetahuan atas kebodohan, dan kebaikan atas kejahatan," tulis Amy McKeever dalam artikelnya. Di berbagai wilayah India, makna Diwali pun beragam, di utara, merayakan kembalinya Rama ke Ayodhya, dan di selatan, mengenang kemenangan Krishna atas Narakasura dan di barat, memperingati pengusiran Raja Bali ke alam bawah.

Perayaan ini berlangsung selama lima hari, dengan setiap harinya memiliki makna tersendiri. Hari pertama dimulai dengan doa kepada Dewi Lakshmi dan pembersihan rumah, diikuti dekorasi rangoli dan lampu pada hari kedua. 

Hari ketiga menjadi puncak perayaan dengan doa, pesta keluarga, dan kembang api. Hari keempat menandai tahun baru bagi sebagian komunitas, dan hari kelima menjadi momen penghormatan kepada saudara kandung.

Namun, kemeriahan Diwali juga membawa tantangan. Dalam laporan The New York Times, penggunaan kembang api selama Diwali kerap memicu lonjakan polusi udara, terutama di kota-kota besar seperti New Delhi. 

"Kembang api memang bagian dari tradisi, tapi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan tidak bisa diabaikan," tulis jurnalis Gardiner Harris dalam artikelnya. Pemerintah India pun mulai menerapkan pembatasan penggunaan petasan demi menjaga kualitas udara selama festival berlangsung.

Meski demikian, semangat Diwali tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Banyak agen perjalanan internasional menawarkan paket "Diwali Experience" yang mencakup tur kuil, kelas memasak makanan khas India, dan sesi membuat rangoli. Bagi pelaku industri kreatif dan UMKM lokal, Diwali menjadi momen emas untuk memamerkan produk budaya seperti lampu tanah liat, pakaian tradisional, dan dekorasi khas.

Dengan perpaduan spiritualitas, estetika, dan semangat komunitas, Diwali tak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga jendela budaya India yang mengundang decak kagum wisatawan global. Festival ini membuktikan bahwa tradisi bisa menjadi kekuatan utama dalam diplomasi pariwisata lintas negara.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore