Ilustrasi: Iran ekseskusi warganya yang diduga jadi mata-mata Mossad. (Nournews).
JawaPos.com - Iran mengeksekusi seorang pria bernama Babak Shahbazi yang dinyatakan bersalah atas tuduhan bekerja sama dengan badan intelijen Israel, Mossad, serta membocorkan informasi strategis terkait fasilitas keamanan tinggi di Iran.
Eksekusi dilakukan dengan cara digantung setelah Mahkamah Agung Iran menguatkan vonis hukuman mati terhadapnya. Menurut laporan kantor berita yudisial Mizan, Shahbazi terjerat pasal berat seperti 'korupsi di muka bumi' dan 'memerangi Tuhan'.
Ia disebut memanfaatkan aksesnya sebagai teknisi instalasi sistem pendingin industri di sejumlah perusahaan yang berhubungan dengan militer, keamanan, dan telekomunikasi Iran untuk mengalirkan data sensitif ke Mossad.
Mizan menyebut Shahbazi tidak bekerja sendirian. Ia terhubung dengan Esmaeil Fekri, terpidana lain yang dieksekusi pada Juni 2025 atas tuduhan serupa.
Dari hasil investigasi, Shahbazi bahkan berupaya menawarkan data tentang pejabat tinggi Iran, termasuk lokasi dan pergerakannya, dengan imbalan jaminan keamanan bagi keluarganya, residensi permanen di Amerika, serta kompensasi hingga USD 120 juta dalam bentuk tunai atau aset kripto.
Dalam komunikasi mingguan dengan agen Mossad, Shahbazi diduga mengirim detail lokasi proyek strategis, jumlah personel, akses masuk-keluar kompleks, hingga kelemahan teknis fasilitas militer.
Eksekusi ini berlangsung di tengah meningkatnya tensi antara Iran dan Israel setelah pecahnya perang 12 hari pada Juni lalu. Konflik itu dimulai ketika Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada 13 Juni, menewaskan sejumlah pejabat tinggi, ilmuwan nuklir, hingga warga sipil.
Iran merespons dengan hujan rudal dan drone dalam operasi True Promise III, sementara Amerika Serikat ikut campur mendukung Israel dengan menyerang tiga situs nuklir Iran.
Balasan Teheran berupa serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, markas terbesar AS di Asia Barat, memperlebar eskalasi.
Di tengah situasi tersebut, Iran mengumumkan penangkapan 20 orang yang dituduh sebagai mata-mata Mossad di Teheran dan sejumlah provinsi lain. Kasus Shahbazi pun dipandang sebagai bagian dari operasi kontra-intelijen Iran untuk menekan infiltrasi asing.
Meski Iran menegaskan proses hukum dijalankan sesuai aturan, eksekusi terhadap Shahbazi kembali memunculkan sorotan global terkait penggunaan hukuman mati dalam kasus spionase.
Beberapa pengamat menilai langkah ini menunjukkan sikap keras Iran dalam menghadapi ancaman keamanan, namun juga membuka perdebatan baru mengenai transparansi pengadilan dan standar peradilan di negara tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
