Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 22.01 WIB

Iran Eksekusi Warga yang Diduga jadi Mata-Mata Mossad di Tengah Konflik dengan Israel

Ilustrasi: Iran ekseskusi warganya yang diduga jadi mata-mata Mossad. (Nournews).

JawaPos.com - Iran mengeksekusi seorang pria bernama Babak Shahbazi yang dinyatakan bersalah atas tuduhan bekerja sama dengan badan intelijen Israel, Mossad, serta membocorkan informasi strategis terkait fasilitas keamanan tinggi di Iran. 

Eksekusi dilakukan dengan cara digantung setelah Mahkamah Agung Iran menguatkan vonis hukuman mati terhadapnya. Menurut laporan kantor berita yudisial Mizan, Shahbazi terjerat pasal berat seperti 'korupsi di muka bumi' dan 'memerangi Tuhan'.

Ia disebut memanfaatkan aksesnya sebagai teknisi instalasi sistem pendingin industri di sejumlah perusahaan yang berhubungan dengan militer, keamanan, dan telekomunikasi Iran untuk mengalirkan data sensitif ke Mossad.

Mizan menyebut Shahbazi tidak bekerja sendirian. Ia terhubung dengan Esmaeil Fekri, terpidana lain yang dieksekusi pada Juni 2025 atas tuduhan serupa. 

Dari hasil investigasi, Shahbazi bahkan berupaya menawarkan data tentang pejabat tinggi Iran, termasuk lokasi dan pergerakannya, dengan imbalan jaminan keamanan bagi keluarganya, residensi permanen di Amerika, serta kompensasi hingga USD 120 juta dalam bentuk tunai atau aset kripto.

Dalam komunikasi mingguan dengan agen Mossad, Shahbazi diduga mengirim detail lokasi proyek strategis, jumlah personel, akses masuk-keluar kompleks, hingga kelemahan teknis fasilitas militer.

Eksekusi ini berlangsung di tengah meningkatnya tensi antara Iran dan Israel setelah pecahnya perang 12 hari pada Juni lalu. Konflik itu dimulai ketika Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada 13 Juni, menewaskan sejumlah pejabat tinggi, ilmuwan nuklir, hingga warga sipil.

Iran merespons dengan hujan rudal dan drone dalam operasi True Promise III, sementara Amerika Serikat ikut campur mendukung Israel dengan menyerang tiga situs nuklir Iran. 

Balasan Teheran berupa serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, markas terbesar AS di Asia Barat, memperlebar eskalasi.

Di tengah situasi tersebut, Iran mengumumkan penangkapan 20 orang yang dituduh sebagai mata-mata Mossad di Teheran dan sejumlah provinsi lain. Kasus Shahbazi pun dipandang sebagai bagian dari operasi kontra-intelijen Iran untuk menekan infiltrasi asing.

Meski Iran menegaskan proses hukum dijalankan sesuai aturan, eksekusi terhadap Shahbazi kembali memunculkan sorotan global terkait penggunaan hukuman mati dalam kasus spionase. 

Beberapa pengamat menilai langkah ini menunjukkan sikap keras Iran dalam menghadapi ancaman keamanan, namun juga membuka perdebatan baru mengenai transparansi pengadilan dan standar peradilan di negara tersebut.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore