Keindahan alam Nepal (Dok. Nepal Database)
JawaPos.com - Nepal merupakan salah satu negara di Asia yang terletak di sepanjang lereng selatan pegunungan Himalaya. Negara ini tidak memiliki garis pantai (landlocked) dan berada di antara India di sisi timur, selatan, serta barat, sementara di utara berbatasan langsung dengan Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok.
Wilayah Nepal membentang sekitar 800 km dari timur ke barat, dengan lebar antara 90 hingga 150 km dari utara ke selatan. Ibu kotanya adalah Kathmandu. Namun, di balik posisi geografis yang strategis sekaligus menantang tersebut, Nepal sempat mengalami isolasi yang membuatnya relatif tertutup dari perkembangan dunia luar.
"Akibat isolasi geografis dan isolasi mandiri selama bertahun-tahun, Nepal menjadi salah satu negara paling terbelakang di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara, telah memberikan bantuan ekonomi kepada Nepal," dikutip dari Britannica.
Sejarah Politik dan Perjalanan Demokrasi
Untuk waktu yang lama, Nepal berada di bawah kekuasaan perdana menteri turun-temurun yang menganut kebijakan isolasi. Kondisi ini membuat Nepal tertutup dari dunia luar hingga terjadinya pemberontakan istana pada 1950. Peristiwa tersebut memulihkan kembali otoritas kerajaan pada 1951. Beberapa tahun kemudian, tepatnya 1955, Nepal resmi diterima sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Memasuki 1991, kerajaan mendirikan sistem parlementer multipartai. Namun, pergolakan besar terjadi selama satu dekade berikutnya akibat pemberontakan Maois yang penuh kekerasan. Setelah proses negosiasi panjang, monarki akhirnya dibubarkan pada 2008, dan Nepal resmi diproklamasikan sebagai sebuah republik demokratis.
Masyarakat dan Budaya
Mayoritas masyarakat Nepal menganut agama Hindu, meskipun sebagian penduduk juga mempraktikkan baik Hindu maupun Buddha. Walaupun sistem kasta telah dihapuskan secara hukum, pengaruhnya masih terasa dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Mengutip Kids National Geographic, masyarakat Nepal secara garis besar terbagi dalam empat kelompok utama, yaitu kasta Hindu, Bhotes, suku pegunungan, dan Newar.
Kelompok Hindu berasal dari India dan masih mempertahankan tradisi kasta. Di pegunungan, terdapat komunitas Sherpa dan berbagai suku lain yang dikenal kuat dan terbiasa hidup di dataran tinggi.
Sherpa, misalnya, lahir di kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 3.600 m dan dikenal sebagai pemandu andal bagi pendaki gunung. Mereka juga memperkenalkan budaya Sherpa serta ajaran Buddha yang penuh penghormatan terhadap alam.
Sementara itu, Bhotes tinggal di pegunungan utara dan memiliki akar budaya dari Tibet. Adapun Newar adalah penduduk asli Lembah Kathmandu. Sebagian besar masyarakat Nepal bermukim di wilayah perbukitan tengah termasuk Lembah Kathmandu serta di dataran subur Terai di selatan.
Fakta Menarik tentang Nepal
Dilansir dari Himalayan Glacier, Nepal menjadi rumah bagi puncak tertinggi dunia, Gunung Everest. Gunung ini berada di pegunungan Himalaya, yang membentang melintasi Nepal dan Tibet. Dengan ketinggian 8.848,86 mdpl, Everest menjadi simbol pencapaian tertinggi dalam dunia pendakian. Banyak petualang dan pendaki bermimpi menaklukkan puncaknya atau setidaknya mencapai Base Camp.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
