Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 15.16 WIB

Menteri Keuangan Nepal Dikejar Massa dan Ditendang, Jadi Simbol Amarah Generasi Muda di Tengah Krisis Politik

Tangkapan layar video saat Menteri keuangan Nepal lari dikejar massa yang marah. (DailyMail) - Image

Tangkapan layar video saat Menteri keuangan Nepal lari dikejar massa yang marah. (DailyMail)

JawaPos.com - Gelombang protes yang dipimpin generasi muda Nepal memasuki babak baru yang dramatis. Tidak hanya memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri, tetapi juga menjadikan Menteri Keuangan Bishnu Prasad Paudel sebagai sasaran langsung kemarahan rakyat.

Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan Paudel, 65 tahun, berlari kencang di jalanan Kathmandu, dikejar puluhan demonstran yang marah. Di tengah kepanikan itu, seorang pemuda menghadang dari arah berlawanan dan menendang sang menteri hingga terhuyung dan menghantam tembok merah.

Meski sempat jatuh, Paudel segera bangkit dan melanjutkan lari, sementara massa terus mengepung dari segala arah. Video tersebut viral di media sosial dan menjadi simbol bagaimana rakyat Nepal, terutama generasi muda, sudah kehilangan kesabaran terhadap elit politik.

Sebagaimana diketahui, aksi protes yang awalnya dipicu larangan penggunaan media sosial dengan cepat meluas menjadi gelombang perlawanan terhadap korupsi dan kesenjangan sosial. 

Sejak pemerintah memblokir lebih dari 26 platform, kecuali TikTok, pada Jumat lalu, publik justru semakin marah. Ironisnya, di TikTok justru muncul video kontras antara penderitaan masyarakat dengan gaya hidup mewah anak-anak politisi, memicu kegeraman lebih besar.

Meski pemerintah kemudian mencabut blokir Facebook, YouTube, dan X, protes tak mereda. Juru bicara kepolisian Kathmandu, Shekhar Khanal, mengakui banyak kelompok menolak mematuhi jam malam. 

Sejumlah insiden pembakaran dan penyerangan pun pecah di berbagai titik kota. Situasi memuncak setelah bentrokan antara aparat dan demonstran pada Senin menewaskan sedikitnya 19 orang, salah satu tragedi paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Tekanan publik akhirnya membuat Perdana Menteri KP Sharma Oli, yang baru memulai masa jabatan keempatnya tahun lalu, mengundurkan diri. Tiga menteri lainnya pun ikut melepas jabatan, menambah kesan bahwa pemerintahan koalisi yang baru berumur setahun itu rapuh dan kehilangan legitimasi.

Namun, bagi warga yang turun ke jalan, pengunduran diri itu belum cukup. Sosok-sosok penting kabinet, termasuk Menteri Keuangan Bishnu Prasad Paudel, kini jadi target kemarahan. 

Insiden pengejaran Paudel di Kathmandu memperlihatkan betapa jauhnya jarak antara elite politik dan rakyat biasa.

Selain itu, protes kali ini menunjukkan wajah baru politik Nepal. Generasi Z, yang lahir setelah Nepal beralih dari monarki menjadi republik pada 2008, kini tampil sebagai motor gerakan. Mereka memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk menyuarakan aspirasi sekaligus mengorganisir aksi.

Kemarahan mereka tidak hanya soal kebebasan berekspresi, tetapi juga menyangkut masa depan ekonomi yang suram. Dengan lapangan kerja minim, harga-harga melambung, dan dugaan korupsi merajalela, generasi muda merasa dikhianati oleh elite politik.

Sosok Paudel yang berlari dikejar massa kini menjadi ikon perlawanan itu. Ia bukan hanya pejabat yang gagal melindungi ekonominya, melainkan juga simbol ketidakpuasan rakyat terhadap sistem yang dianggap tidak berpihak pada mereka.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore