Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 17.44 WIB

Presiden Ukraina Tolak Undangan Vladimir Putin Bertemu di Moskow, Sebut Rusia Tak Tulus Cari Perdamaian

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (AP Photo/Efrem Lukatsky). - Image

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (AP Photo/Efrem Lukatsky).

JawaPos.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak tawaran Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggelar pertemuan di Moskow. Ia menyebut pilihan tempat yang diajukan Kremlin itu sebagai tanda bahwa Rusia tidak sungguh-sungguh berniat membuka jalan menuju perdamaian.

Dalam wawancara dengan ABC News, Zelenskyy menegaskan tidak mungkin baginya datang ke ibu kota negara yang disebutnya sebagai “teroris”, sementara Ukraina setiap hari masih digempur rudal dan serangan udara.

“Saya tidak bisa pergi ke ibu kota teroris ini. Ukraina masih berada di bawah serangan rudal setiap hari,” tegas Zelenskyy.

Sebagai gantinya, ia mengundang Putin untuk datang ke Kyiv jika memang serius ingin membahas tentang upaya perdamaian kedua negara yang sejak dua tahun lalu berperang itu.

Dorongan agar Putin dan Zelenskyy bertemu langsung sebelumnya disuarakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pertemuan bilateral atau trilateral antara kedua pemimpin bahkan menjadi salah satu tujuan utama Trump dalam pertemuannya dengan Putin di Alaska bulan lalu.

Trump menyebut pertemuan itu akan digelar setelah Zelenskyy lebih dulu berkunjung ke Washington dan bertemu para pemimpin Eropa. Namun hingga kini, Rusia terus mengajukan syarat tambahan, sembari meningkatkan serangan ke berbagai kota Ukraina.

Pekan ini, Putin menyatakan dirinya siap bertemu Zelenskyy, tetapi hanya di Moskow. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menambahkan undangan itu ditujukan untuk 'berdialog, bukan menyerah'. 

Zelenskyy merespons sinis, dengan mengatakan bahwa undangan ke Moskow justru memperlihatkan niat Rusia agar pertemuan itu tidak benar-benar terjadi.

Sayangnya, pada Minggu (7/9) kemarin, xi tengah tarik-menarik diplomasi, Ukraina kembali menjadi sasaran gempuran intensif Rusia.

Zelenskyy mengungkapkan bahwa selama lima hari pertama September saja, Rusia telah melancarkan lebih dari 1.300 drone, hampir 900 bom berpemandu, dan sekitar 50 rudal berbagai jenis. Serangan itu menghantam sedikitnya 14 wilayah di Ukraina.

“Rusia berusaha memperpanjang perang, menjadikan diplomasi sebagai sebuah sandiwara,” kata Zelenskyy.

Ia menyerukan agar mitra internasional Ukraina memperkuat sanksi terhadap Moskow, menambah pasokan senjata, serta memperketat pembatasan terhadap perdagangan minyak dan gas Rusia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore